SAROLANGUN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Kodim 0420/Sarko kini memasuki tahap krusial dalam penyelesaian berbagai fasilitas publik. Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin melakukan inspeksi mendadak ke Desa Seko Besar, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun untuk meninjau progres di lapangan.
Kunjungan ini bertujuan menjamin efektivitas pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat pedalaman. Brigjen TNI Nyamin yang didampingi Kasi Ops Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu, memeriksa satu per satu titik pengerjaan fisik yang menjadi sasaran utama program tahun ini.
Fokus utama TMMD kali ini menyasar pada pembukaan isolasi wilayah dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Tim Satgas di lapangan tengah merampungkan pembukaan serta peningkatan jalan desa yang selama ini menjadi kendala akses transportasi warga lokal.
Selain infrastruktur jalan, pembangunan sumur bor untuk penyediaan air bersih menjadi prioritas karena menjadi kebutuhan mendesak saat musim kemarau. Program ini juga mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) serta perbaikan sejumlah fasilitas umum, termasuk masjid dan gedung sekolah dasar di desa tersebut.
“Program TMMD ini tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga upaya membuka akses wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” ujar Brigjen TNI Nyamin saat berada di lokasi pengerjaan.
Jenderal bintang satu ini menekankan bahwa ketahanan bangunan menjadi aspek yang tidak boleh ditawar. Ia menginstruksikan agar seluruh material dan metode pengerjaan memenuhi standar agar fasilitas tersebut tidak cepat rusak setelah diserahterimakan.
“Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar bermanfaat, tidak hanya saat ini, tetapi juga untuk ke depan,” katanya.
Pelaksanaan TMMD ke-128 ini mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat setempat. Komandan Kodim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto selaku Dansatgas TMMD menjelaskan bahwa pola gotong royong terbukti mempercepat durasi pengerjaan fisik di lapangan.
Pelibatan warga bukan sekadar membantu tenaga, melainkan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap aset yang dibangun. Letkol Inf Yakhya memastikan pengawasan dilakukan secara berkala agar target penyelesaian tercapai tepat waktu sebelum program ditutup resmi.
“TMMD dilaksanakan secara gotong royong antara prajurit dan masyarakat. Hal ini mempercepat pekerjaan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan,” ujar Yakhya.
Manfaat pembangunan ini mulai dirasakan langsung oleh penduduk Desa Seko Besar. Masalah klasik seperti sulitnya mendapatkan air bersih dan akses jalan yang rusak kini mulai teratasi seiring berjalannya program.
“Dulu kami kesulitan air dan akses jalan. Sekarang sudah mulai terbantu,” ungkap salah seorang warga desa yang ditemui di lokasi peninjauan.