KUALA TUNGGAL — Petani dan warga penerima tanah Reforma Agraria di Tanjung Jabung Barat bakal mendapat pendampingan usaha secara menyeluruh. Kantor Pertanahan (Kantah) setempat menggelar rapat fasilitasi pada Rabu (13/5/2026) untuk merancang skema pendampingan yang tidak hanya berhenti pada legalitas lahan.
Kepala Kantah Tanjung Jabung Barat menegaskan bahwa program ini merupakan langkah lanjutan dari penataan akses Reforma Agraria. “Pendampingan mencakup peningkatan kapasitas, pelatihan teknis, akses permodalan, hingga pemasaran hasil usaha,” demikian dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Kamis (14/5).
Rapat tersebut menyepakati empat aspek utama pendampingan. Pertama, peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat agar bisa mengelola lahan secara produktif. Kedua, pelatihan teknis sesuai jenis usaha yang akan dikembangkan.
Aspek ketiga adalah akses permodalan. Kantah Tanjabbar akan menggandeng perbankan atau lembaga keuangan lain agar petani bisa mendapatkan pinjaman lunak. Keempat, dukungan pemasaran hasil usaha agar produk tidak mandek di tingkat petani.
Kantah Tanjung Jabung Barat menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Tanpa dukungan dari dinas pertanian, koperasi, dan UMKM, program pendampingan berisiko berjalan setengah hati.
“Sinergi antarinstansi dan stakeholder menjadi faktor penting agar program pendampingan berjalan efektif dan berkelanjutan,” tulis Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN dalam siaran persnya.
Jika pendampingan usaha tidak berjalan, manfaat Reforma Agraria dinilai tidak akan maksimal. Warga hanya akan memiliki sertifikat tanah tanpa kemampuan mengelola lahan menjadi sumber penghasilan tetap.
Melalui pendekatan ini, program Reforma Agraria di Tanjung Jabung Barat diharapkan benar-benar mendorong kesejahteraan. Bukan sekadar pembagian lahan yang berujung pada lahan tidur atau dijual kembali ke tengkulak.
Kantah Tanjabbar berkomitmen terus mendukung pengembangan usaha masyarakat. Penataan akses yang terarah dan berkelanjutan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan program ke depan.