JAMBI — Griezmann memberikan pidato di lapangan setelah Atletico mengalahkan Girona 1-0 dalam lanjutan La Liga. Pemain berusia 35 tahun itu menjadi kreator satu-satunya gol kemenangan yang dicetak Ademola Lookman.
"Saya tahu banyak dari kalian sudah memaafkan, tapi beberapa masih belum. Jadi saya minta maaf lagi," ujar Griezmann di hadapan publik Metropolitano yang penuh.
Penyerang timnas Prancis itu mengakui bahwa dirinya dulu tidak menyadari besarnya cinta yang diterimanya di Atletico. "Saya masih sangat muda saat itu, dan ya, saya melakukan kesalahan. Saya mempertimbangkan ulang dan melakukan segalanya untuk kembali ke sini dan menikmatinya lagi," tambahnya.
Griezmann bergabung dengan Atletico dari Real Sociedad pada 2014 sebagai pemain sayap kiri. Pelatih Diego Simeone kemudian mentransformasikannya menjadi striker kelas dunia.
Catatan statistiknya luar biasa: 212 gol dalam 500 pertandingan — menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Satu-satunya trofi besar yang diraihnya bersama Atletico adalah Liga Europa 2018, sebelum ia membawa Prancis juara Piala Dunia di Rusia pada musim panas yang sama.
Momen perpisahan itu turut dihadiri legenda Atletico seperti Fernando Torres dan Diego Godin, bersama keluarga Griezmann serta presiden klub Enrique Cerezo. "Hari ini adalah hari Antoine — dia pasti yang terbaik yang pernah kami lihat dengan mata kepala sendiri di sini," kata Torres.
Simeone pun memuji anak asuhnya. "Kamu datang bermain di sayap dan kami menempatkanmu di tengah, dan kamu menjadi tak pernah puas mencetak gol. Kamu memiliki sesuatu yang menular bagi rekan setimmu, dan itu membawamu ke tempat yang layak kamu dapatkan," ujar pelatih asal Argentina itu.
Griezmann akan bergabung dengan klub MLS, Orlando City, pada akhir musim ini. Ia menghabiskan total 10 musim bersama Los Rojiblancos, terbagi dalam dua periode yang dipisahkan oleh kepindahannya yang gagal ke Barcelona.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua rekan setim dari 2014 hingga hari ini. Luar biasa bisa berbagi segalanya dengan mereka — setiap pertempuran, setiap kemenangan, dan setiap kekalahan," pungkas Griezmann.