TEBO — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Bukit Siguntang saat prosesi ziarah ke situs makam keramat yang diyakini sebagai peninggalan peradaban Melayu kuno di pedalaman Jambi. Kegiatan ini tidak hanya diisi doa bersama, tetapi juga ritual adat Ziarah Bukit Makan Sedulur yang dipimpin langsung oleh tokoh adat setempat, Datuk Haidar.
Ketua Yayasan PUDAS Jambi, Hafizi Alatas, menjelaskan bahwa Bukit Siguntang di Muaro Sekalo menyimpan jejak peradaban yang selama ini menjadi perhatian para peneliti dan budayawan. "Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang," ujarnya.
Kehadiran perwakilan dari Kerajaan Perak Malaysia serta Keluarga Besar Keturunan Jambi Malaysia membuktikan bahwa ikatan historis antara Jambi dan Semenanjung Malaysia bukan sekadar catatan masa lalu. Ikatan budaya ini terus hidup dan dirawat lintas generasi.
Panitia juga menyalurkan bantuan sosial hasil kolaborasi dengan BAZNAS Kota Jambi dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar kawasan Bukit Siguntang.
Pelestarian sejarah, menurut panitia, tidak boleh berorientasi pada masa lalu semata. Kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai sejarah bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat masa kini.
Selain Wakil Bupati Tebo Nazar Effendi dan Ketua BAZNAS Kota Jambi Dr. Padli Abdullah, acara ini juga dihadiri pimpinan Pondok Pesantren Hifzurrahman Ustad Ahmad Nuzilli. Tokoh adat, akademisi, dan pemangku adat dari berbagai daerah turut hadir memeriahkan suasana.
Ziarah Bukit Siguntang 2026 diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat pelestarian sejarah dan mempererat persaudaraan rumpun Melayu. Pemerintah Kabupaten Tebo juga berharap kegiatan ini mendorong pengembangan wisata sejarah dan budaya di wilayah tersebut.