JAMBI — Kepastian ini diumumkan langsung oleh SpaceX melalui pembaruan di situs resmi mereka pada Kamis (19/6/2025), dan diperkuat oleh Tesla melalui akun media sosial X. Kedua perusahaan milik Elon Musk itu menyatakan bahwa kebutuhan chip untuk kendaraan otonom, robot Optimus, hingga pusat data luar angkasa akan melampaui kapasitas produksi global yang ada saat ini.
Target Produksi 1 Terawatt Compute per Tahun
Ambisi Musk tidak main-main. Melalui pernyataan resmi, Tesla menegaskan target produksi "lebih dari 1 terawatt compute per tahun" dari pabrik yang berlokasi sekitar satu jam di barat laut Houston ini. Konsepnya adalah integrasi vertikal total—logic, memori, packaging, dan pengujian chip dilakukan dalam satu atap.
Produk utama Terafab akan menyuplai kebutuhan chip untuk robot Optimus, taksi otonom Cybercab, serta "pusat data berbasis antariksa" yang ingin dibangun SpaceX. Rencana awal menyebutkan akan menyerap sedikitnya 3.000 tenaga kerja, dengan mayoritas berasal dari perekrutan lokal.
Lokasi Strategis di Bekas Pembangkit Listrik Batu Bara
Lahan yang dipilih bukan area kosong biasa. Terafab akan dibangun di kawasan Gibbons Creek Reservoir, sebuah waduk yang dulu berfungsi sebagai pendingin pembangkit listrik tenaga batu bara yang ditutup pada 2018. Pilihan ini dinilai strategis karena perusahaan berencana memanfaatkan air dari waduk tersebut, bukan mengambil air tanah, sebagai jawaban atas kekhawatiran warga Grimes County yang resah dengan konsumsi air berlebih oleh pusat data di Texas.
Investasi Mengambang, Kertas Kerja Berbicara Lain
Angka investasi yang diumumkan kali ini justru menyimpan teka-teki. Pada pengumuman perdana Maret lalu, Musk menyebut angka USD 25 miliar. Kini nominal itu berubah menjadi USD 16,8 miliar untuk "fase awal", dengan kalimat "ekspansi berikutnya akan membawa total investasi jauh lebih tinggi" yang menggantung.
Kejanggalan lain muncul dari dokumen IPO SpaceX yang diajukan pada Mei lalu. Dalam berkas S-1, Terafab hanya disebut sebagai "kerangka umum" tanpa komitmen mengikat, tanpa pembagian hak kekayaan intelektual yang final, dan tanpa kewajiban bagi kedua pihak untuk terus berpartisipasi. Bahkan sebulan sebelumnya, beredar laporan bahwa Tesla tidak akan membangun pabriknya sendiri, melainkan menggandeng Intel untuk menjalankan produksi.
Komentar warganet di artikel teknologi itu pun menyoroti pola ini. "Ingat saat Tesla ingin melompati NVidia dalam mendesain chip AI? Hasilnya tak terlihat, sementara NVidia sudah beberapa generasi di depan klaim Tesla saat itu. Hal yang sama terjadi pada sel baterai 4680," tulis akun Aigars Mahinovs.
Pasokan Jangka Pendek Tetap Bergantung ke Samsung dan TSMC
Penting dicatat, proyek raksasa ini tidak berdampak apa pun pada pasokan chip Tesla dalam waktu dekat. Kontrak jangka pendek sudah diamankan: pabrik Samsung di Taylor, Texas, tengah memproduksi chip AI5 untuk Tesla, dan tahun lalu Tesla meneken kontrak senilai USD 16,5 miliar dengan Samsung untuk chip AI6 generasi berikutnya. Sisanya dipasok oleh TSMC.
Artinya, Terafab adalah taruhan ultra-jangka panjang yang bertumpu pada keyakinan Musk bahwa perusahaannya akan membutuhkan daya komputasi lebih besar dari total produksi industri semikonduktor dunia. Klaim skala 100 juta kaki persegi itu pun sulit dibandingkan dengan realitas industri: angka tersebut lebih dari sepuluh kali lipat luas lantai gigafab terbesar milik TSMC, yang tengah menghabiskan USD 165 miliar untuk membangun enam pabrik di Arizona.
Risiko di Pundak Pemegang Saham Tesla
Pertanyaan krusial bagi pemegang saham Tesla adalah seberapa besar beban USD 16,8 miliar—dan angka "jauh lebih tinggi" setelahnya—akan mendarat di neraca keuangan perusahaan mobil listrik itu. Tesla sudah berkomitmen membayar USD 16,5 miliar ke Samsung untuk chip yang bisa diproduksi hari ini, sementara bisnis mobilnya sendiri sudah berhenti tumbuh.
Mengucurkan miliaran dolar lagi untuk komputasi robot dan pusat data orbit menggambarkan perusahaan yang sangat berbeda dari yang dibayangkan investor saat membeli sahamnya. Namun langkah ini sejalan dengan argumen lama Musk yang kerap diulang: "Tesla bukan lagi sekadar pabrikan otomotif."