TEBO — Sebanyak puluhan pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tebo mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) ke-1 yang menghasilkan kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan. Acara yang berlangsung di Kantor Desa Tegal Asri, Rimbo Bujang, itu dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Provinsi Jambi, M. Hudori SE, didampingi sekretaris, Kepala Dinas Koperasi Tebo Didel, Kabid Koperasi Iswandi, perwakilan Kadis PMD, serta unsur Muspika setempat.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Jambi M. Hudori SE menegaskan bahwa KDKMP merupakan program nasional pemberdayaan masyarakat yang menjadikan koperasi sebagai pusat ekonomi desa. Visi utama dari forum ini adalah menciptakan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera melalui ekonomi gotong royong.
"Forum ini berfungsi sebagai tempat kolaborasi antar-KDKMP dalam mengelola berbagai unit usaha strategis desa—mulai dari penyediaan sembako, apotek, simpan pinjam, hingga logistik," jelas M. Hudori di hadapan para peserta musda.
Ketua terpilih Azmi Salfi memaparkan bahwa forum Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) kini sudah terbentuk di berbagai daerah, baik di tingkat kabupaten maupun wilayah. Menurutnya, forum ini memiliki tiga fungsi strategis yang saling terkait.
Pertama, sebagai wadah koordinasi antar pengurus koperasi desa untuk mengevaluasi kinerja dan memperkuat tata kelola. Kedua, sebagai media untuk menyuarakan aspirasi, memastikan transparansi rekrutmen pegawai, dan menjamin dana program tepat sasaran. Ketiga, sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat.
Azmi Salfi mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan oleh seluruh pengurus KDKMP se-Kabupaten Tebo. Ia berkomitmen menjalankan roda organisasi sesuai aturan yang berlaku.
"Terima kasih kepada seluruh KDKMP Kabupaten Tebo yang telah mengamanahkan saya untuk menjadi ketua. Semoga melalui asosiasi ini, koperasi desa dapat terlaksana dengan baik sesuai aturannya," tutup Azmi dalam sambutannya.
Pembentukan Dewan Pengurus Daerah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan unit-unit usaha koperasi di tingkat desa, terutama dalam menggerakkan sektor riil seperti perdagangan sembako, jasa keuangan mikro, hingga logistik pedesaan yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Tebo.