MEDAN — Pj Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa forum APEKSI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah strategis bagi para pemimpin daerah untuk saling bertukar gagasan. Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Gala Dinner yang menjadi rangkaian pembuka Rakernas APEKSI 2026 di Kota Medan, Rabu malam.
Menurut Maulana, masalah perkotaan seperti digitalisasi layanan, penataan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu kota. “Melalui momentum ini, kita ingin mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan kota-kota lain. Masalah perkotaan seperti digitalisasi pelayanan, penataan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi harus kita selesaikan bersama dengan saling mengadopsi praktik terbaik,” ujarnya.
Kehadiran delegasi Pemerintah Kota Jambi diharapkan mampu membawa pulang inovasi segar yang langsung bisa diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat. Rakernas kali ini mengusung tema penguatan sinergi sebagai harga mati bagi percepatan pembangunan yang merata.
Acara Gala Dinner yang digelar di Medan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Para wali kota dari seluruh Indonesia memanfaatkan suasana santai untuk berdiskusi informal mengenai potensi kerja sama antardaerah, termasuk di sektor perdagangan dan kebudayaan.
Kota Jambi sendiri berkomitmen untuk terus proaktif dalam forum nasional seperti APEKSI. Maulana menambahkan, pemerintah kota siap berkontribusi dalam perumusan rekomendasi kebijakan nasional yang akan dibahas pada sidang komisi Rakernas esok hari.
Pj Wali Kota Maulana memastikan bahwa hasil dari forum ini akan langsung diintegrasikan ke dalam program prioritas daerah. Fokus utama adalah mengadopsi praktik terbaik dari kota-kota lain yang sudah berhasil dalam transformasi digital dan pelayanan publik.
Rakernas APEKSI 2026 di Medan menjadi ajang bagi setiap kota untuk saling belajar dan memperkuat jaringan. Dengan semangat kolaborasi, Maulana optimistis pembangunan kota-kota di Indonesia bisa berjalan lebih cepat dan merata.