Harga Oli dan Ban Motor di Muaro Jambi Masih Bertahan Tinggi, Bengkel Kelola Modal Besar dengan Untung Kian Tipis

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 15:31:31 WIB
Harga oli mesin di Muaro Jambi naik signifikan, mencapai Rp78 ribu per liter.

MUARO JAMBI — Oli mesin MPX 2 yang sebelumnya dijual Rp60 ribu per liter kini tembus Rp78 ribu. Kenaikan harga oli secara umum berkisar Rp10 ribu hingga Rp18 ribu per liter, sementara ban sepeda motor berbagai merek naik Rp15 ribu sampai Rp30 ribu per buah.

Kondisi ini membuat para pemilik bengkel harus bekerja ekstra mengatur arus kas. Abdul Latif, pemilik bengkel di Muaro Jambi, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian kapan harga akan kembali ke level normal.

Biaya Distribusi dan Rupiah Melemah Jadi Pemicu

Menurut Abdul Latif, tekanan harga berasal dari rantai pasok yang belum pulih. "Harga oli masih bertahan di level yang tinggi. Belum ada penurunan dan kami belum bisa memastikan kapan akan kembali normal karena bergantung pada biaya distribusi dan kondisi pasar," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu ikut mendongkrak biaya impor bahan baku. Ongkos distribusi yang tinggi dari pusat ke daerah juga menjadi faktor lain yang membuat harga tak kunjung turun.

Stok Aman, Tapi Modal Bengkel Membengkak

Ketersediaan oli dan ban di pasaran sebenarnya masih tergolong aman. Namun, untuk menjaga agar rak tidak kosong, pemilik bengkel harus menyiapkan modal lebih besar dari biasanya. Hal ini otomatis menekan keuntungan yang diperoleh.

"Jumlah pelanggan masih relatif stabil, tapi kebutuhan modal usaha ikut meningkat. Akibatnya, keuntungan yang diperoleh tidak sebesar sebelumnya," kata Abdul Latif.

Sebagai gambaran, ban merek FDR yang biasanya dihargai Rp255 ribu per buah, kini melonjak menjadi Rp285 ribu. Kenaikan ini memaksa bengkel untuk menyesuaikan harga jual atau mengurangi margin mereka sendiri agar konsumen tetap mau membeli.

Harapan Pelaku Usaha agar Harga Kembali Normal

Abdul Latif berharap harga oli dan ban dapat segera kembali normal. Ia menambahkan, pelaku usaha bengkel kini harus lebih cermat mengelola persediaan agar perputaran modal tetap sehat di tengah tingginya harga.

Jika tekanan harga berlanjut, bukan tidak mungkin bengkel-bengkel kecil di Muaro Jambi akan semakin tertekan, dan pada akhirnya beban itu juga akan dirasakan oleh masyarakat sebagai konsumen.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jambiupdate.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top