JAMBI — Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Grup G ini mempertemukan dua tim yang sama-sama haus kemenangan di fase knockout. Bagi Mesir, partai ini adalah kesempatan emas untuk memutus kutukan panjang: sejak 1934, mereka belum pernah sekalipun melangkah ke babak 16 besar. Saat itu, Mesir kalah 2-4 dari Hongaria di Italia.
Australia sendiri datang dengan modal kurang meyakinkan. Socceroos finis sebagai runner-up Grup D di bawah Amerika Serikat, hanya unggul produktivitas gol atas Paraguay. Rekor mereka di fase gugur Piala Dunia juga suram: kalah 1-0 dari Italia (2006) dan kalah 1-2 dari Argentina (2022).
Mesir lolos setelah menempati posisi kedua Grup G di bawah Belgia. Skuad asuhan Hossam Hassan hanya meraih satu kemenangan di fase grup, yakni 3-0 atas Selandia Baru. Dua laga lain berakhir imbang: 1-1 dengan Iran dan 1-1 dengan Belgia.
Dalam lima pertandingan terakhir, Mesir hanya kalah sekali dari Brasil di laga uji coba (1-2). Mohamed Salah, yang menjadi motor serangan, diperkirakan akan menjadi starter dalam formasi 4-2-3-1 bersama Omar Marmoush di lini depan.
Australia dan Mesir hanya pernah bertemu sekali dalam sejarah. Pada November 2010 di Kairo, Mesir menang telak 3-0 lewat gol Ahmed Abdelzaher, Gedo, dan Mohamed Zidan. Secara statistik, OPTA memprediksi Mesir lebih diunggulkan dengan probabilitas menang 38,6%, sementara Australia hanya 30,4%.
Prediksi skor akhir dari The Analyst: Australia 0-2 Mesir. Meski demikian, pelatih Australia Tony Popovic diprediksi tetap akan mengandalkan formasi 3-4-2-1 dengan Joe Beach di bawah mistar dan Nestory Irankunda sebagai motor serangan.
Bagi Australia, ini adalah pertandingan sistem gugur Piala Dunia ketiga mereka. Dua sebelumnya berakhir dengan kekalahan. Sementara bagi Mesir, laga ini adalah tiket menuju sejarah: jika menang, mereka akan menjadi tim Afrika pertama yang mencapai babak 16 besar sejak 1934.