KERINCI — Warga Kabupaten Kerinci bakal memiliki akses layanan kesehatan lebih dekat setelah pembangunan RSUD Bukit Tengah resmi dimulai. Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung peletakan batu pertama proyek yang telah melalui proses panjang sejak tahun lalu.
Proyek ini menggunakan skema pembiayaan single-year dari APBN senilai Rp 137,5 miliar untuk konstruksi fisik. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi mengalokasikan tambahan lebih dari Rp 50 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) dan sarana pendukung.
"Kita berharap proyek ini berjalan cepat, Juli kita mulai, Desember target selesai bersamaan dengan pengadaan alkes," ujar Gubernur Al Haris dalam sambutannya di lokasi groundbreaking.
Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa pemekaran wilayah telah menyebabkan sebagian fasilitas rumah sakit induk berada di Kota Sungai Penuh. Akibatnya, warga Kerinci kesulitan mengakses layanan medis dan sering dirujuk ke Sumatera Barat atau Kota Jambi.
"Pada saat kami baru dilantik tahun lalu saya mengajak langsung Bupati dan perwakilan daerah bertemu Menteri Kesehatan untuk menyampaikan kebutuhan fasilitas kesehatan Kerinci. Alhamdulillah, setelah melalui proses yang begitu panjang permintaan kami disetujui," kata Gubernur.
RSUD Bukit Tengah direncanakan sebagai rumah sakit tipe D Pratama yang akan memiliki layanan spesialis. Gubernur menyebutkan kebutuhan dokter spesialis, layanan hemodialisis (cuci darah), pusat jantung, hingga kemoterapi.
"Kita dorong anak-anak Kerinci yang dokter umum untuk melanjutkan spesialis secara gratis melalui program PPDS yang telah bekerja sama dengan universitas di Jambi dan rumah sakit rujukan," ucapnya.
Bupati Kerinci Monadi menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah provinsi yang dinilainya sangat menentukan. Rumah sakit ini sebenarnya sudah mulai dioperasikan sejak 1 November 2025 secara terbatas.
Gubernur Al Haris meminta seluruh pihak, termasuk kontraktor dan dinas terkait, bekerja profesional sesuai standar teknis dan waktu. Ia juga mengimbau media untuk mengawal informasi pembangunan secara transparan.
"Tolong kawal ini, media-media semua tolong kawal ya dengan baik," pesan Gubernur Al Haris.
Untuk kelengkapan alkes yang belum tersedia, Gubernur akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan memanfaatkan anggaran sekitar Rp 50 miliar. Ia optimistis setelah fasilitas lengkap dan SDM terpenuhi, pelayanan kesehatan di Kerinci akan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus berobat ke luar daerah.