JAKARTA — Pertamina Foundation meluncurkan sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama PF-Lestari. Platform ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan data keanekaragaman hayati yang selama ini tidak terpusat dan sulit divisualisasikan secara berkala.
"Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip ESG, Pertamina Foundation menghadirkan inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis AI bernama PF-Lestari," ujar President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
PF-Lestari dibekali fitur pemetaan presisi yang memungkinkan pengguna mengamati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif. Sistem ini juga mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, mencatat riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.
Teknologi yang diusung mendukung pendataan pohon endemik dan multi-purpose tree species (MPTS). Hal ini sekaligus memperkuat fungsi riset serta edukasi kehutanan di kawasan yang dikelola.
PF-Lestari memiliki dashboard terintegrasi yang memungkinkan pengelolaan data lapangan berjalan lebih efisien. Melalui sistem ini, estimasi keberhasilan tumbuh (survival rate) hingga potensi cadangan karbon dapat dimonitor secara real-time.
"Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat," kata Agus.
Ia menambahkan, potensi PF-Lestari menghasilkan value creation mencapai Rp2,19 miliar. Nilai ini didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal.
Inovasi ini mendapat apresiasi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum kategori PC-Prove. Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung meraih predikat tertinggi.
"Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus memotivasi untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan," jelas Agus.
Data yang terdokumentasi melalui PF-Lestari disebut sejalan dengan Astacita terkait penguatan ketahanan lingkungan serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).