BATANG HARI — Format setengah kompetisi pada babak penyisihan menjadi pembeda utama Jambi Junior League edisi tahun ini. Sebelumnya, panitia menggunakan sistem gugur yang langsung mengeliminasi tim yang kalah di awal turnamen.
Dengan sistem baru, setiap tim mendapat jatah pertandingan lebih banyak sebelum fase gugur. Hal ini dinilai lebih efektif untuk mengasah kemampuan teknis dan mental bertanding anak-anak usia dini.
Turnamen ini bukan sekadar ajang mencari juara. Tim yang berhasil menjadi juara maupun runner-up di masing-masing kategori berhak mewakili Provinsi Jambi pada ajang Sumatera Junior League yang akan digelar di Padang, Sumatera Barat.
Kesempatan itu menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain muda. Sebab, kompetisi antarprovinsi di level Sumatera menjadi batu loncatan untuk mengenal lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Acara penutupan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari Mula P. Rambe yang mewakili Bupati Batang Hari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari bupati yang tidak bisa hadir karena agenda kedinasan di Kota Jambi.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana Jambi Junior League Piala KONI Batang Hari Super Tangguh 2026 atas terselenggaranya kejuaraan ini dengan baik," ujar Mula P. Rambe.
Ia juga menekankan bahwa menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam pertandingan. Tim yang belum berhasil meraih prestasi diminta untuk terus berlatih dan tidak menyerah.
"Teruslah semangat dan berlatih untuk menjadi yang terbaik karena kalian adalah generasi penerus sepak bola Provinsi Jambi," katanya.
Usai memberikan sambutan, Sekda Mula P. Rambe menyerahkan piala, medali, dan penghargaan kepada para juara di masing-masing kategori. Sejumlah pejabat turut hadir dalam seremoni penutupan, antara lain Asisten III Setda Batang Hari, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Amir Hamzah, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepala Inspektorat, perwakilan Direktur RSUD Hamba, Ketua KONI Batang Hari, serta Direktur PDAM.
Kehadiran lintas instansi itu menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Turnamen ini diharapkan berjalan rutin setiap tahun dengan jumlah peserta yang terus bertambah.