JAMBI — Lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Jami Al Falah resmi memiliki identitas baru. Mulai awal Januari 2024, yayasan tersebut berganti nama menjadi Yayasan Jami Al Falah Haji Masjchun Sofwan, mengabadikan nama pendiri sekaligus tokoh pendidikan Kota Jambi, almarhum Haji Masjchun Sofwan.
Ketua Yayasan Jami Al Falah Haji Masjchun Sofwan, Juniwati, menyatakan perubahan ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum. Ia menegaskan bahwa nama pendiri diabadikan untuk menginspirasi seluruh civitas akademika melanjutkan visi dan misi yang telah dirintis.
“Bapak Haji Masjchun Sofwan telah meletakkan dasar yang kuat bagi yayasan ini. Nama beliau diabadikan sebagai nama yayasan untuk menginspirasi kami semua dalam melanjutkan visi dan misi beliau,” ujar Juniwati dalam sambutannya saat peresmian.
Peresmian berlangsung semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan. Para tamu undangan disuguhi pentas seni yang menampilkan kreativitas siswa, pameran hasil karya peserta didik, serta pemaparan sejarah perjalanan Yayasan Jami Al Falah sejak pertama kali berdiri.
Selain itu, para tamu diajak meninjau fasilitas pendidikan yang dimiliki yayasan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan komitmen yayasan dalam menyediakan lingkungan belajar yang representatif.
Melalui identitas barunya, Yayasan Jami Al Falah Haji Masjchun Sofwan menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Yayasan memadukan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern dalam setiap proses belajar mengajar.
Yayasan berharap dapat melahirkan generasi muda yang bertakwa, cerdas, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang mampu bersaing di masa depan. Cita-cita ini sejalan dengan warisan yang ditinggalkan oleh Haji Masjchun Sofwan.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama serta penandatanganan plakat oleh keluarga besar Haji Masjchun Sofwan. Momen ini menjadi simbol dimulainya babak baru perjalanan yayasan dalam mengembangkan dunia pendidikan di Kota Jambi dan Provinsi Jambi.
Dengan identitas baru tersebut, pengurus yayasan optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan. Perubahan nama ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat akan dedikasi seorang tokoh yang telah membangun fondasi pendidikan bagi masyarakat Jambi.