JAMBI — KONI Provinsi Jambi tidak mau tinggal diam melihat posisi daerahnya terus merosot di klasemen PON. Sebagai langkah konkret, mereka menggelar pelatihan khusus bagi pelatih dan asisten pelatih dari 54 cabang olahraga (cabor) di Aula KONI Jambi, Kamis (8/7/2026).
Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, secara terbuka mengakui bahwa evaluasi internal menunjukkan grafik prestasi yang mengkhawatirkan.
"Kita harus berani jujur melihat evaluasi. Tren posisi medali Jambi di arena PON terus menurun dari waktu ke waktu. Tren negatif ini harus kita hentikan sekarang juga," tegas Mat Sanusi dalam sambutannya saat membuka acara.
Di tengah kondisi fiskal yang ketat, KONI Jambi memilih jalur peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai jurus utama. Mat Sanusi menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk stagnan.
"Keterbatasan anggaran harus dilawan dengan peningkatan kualitas ilmu pelatihan. Jika pelatih memiliki kompetensi yang baik, atlet yang dibina juga akan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pelatihan ini merupakan investasi," ujar perwira polisi yang juga menjabat sebagai ketua umum KONI tersebut.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berkelas nasional. Dr. Iwan Hermawan, pelatih fisik nasional cabang bulu tangkis dan sepak takraw, serta Dr. Greg Wilson, konsultan ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, dihadirkan untuk mentransfer ilmu sains olahraga terkini kepada para pelatih Jambi.
Wakil Ketua Umum KONI Jambi sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, AS Budianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027 dan PON 2028 di NTB–NTT–Jakarta.
Setelah pembekalan pelatih rampung, KONI Jambi langsung tancap gas dengan agenda seleksi. Pada akhir Juli 2026 mendatang, seleksi tahap ketiga akan digelar khusus untuk enam cabang olahraga prioritas. Atlet-atlet yang lolos seleksi akan langsung menjalani program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) secara intensif mulai Agustus 2026.
"Target kami adalah meloloskan sebanyak mungkin atlet ke PON 2028 dan meningkatkan prestasi Jambi," kata AS Budianto.
Langkah KONI Jambi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jambi, Novriadi, menilai pelatihan ini sebagai terobosan positif di tengah keterbatasan anggaran pembinaan olahraga.
"Kami berharap seluruh pelatih dapat mengaplikasikan ilmu sains olahraga yang diperoleh dari para narasumber untuk meningkatkan kualitas atlet Jambi menuju PON," ujar Novriadi.
Dispora juga meminta para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan menerapkan ilmu yang didapat dalam program latihan harian di masing-masing cabang olahraga.