KOTA JAMBI — Suasana berbeda terasa di pusat Kota Jambi pada Jumat dini hari. Ratusan warga dari berbagai kalangan duduk berdampingan dengan prajurit TNI di kawasan Tugu Keris Siginjai, menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2026. Bukan sekadar hiburan, momen ini menjelma menjadi ruang interaksi yang memperkuat kemanunggalan sipil-militer.
Pertandingan perempat final antara Spanyol dan Belgia berlangsung ketat sejak menit awal. Spanyol unggul lebih dulu lewat gol Fabián Ruiz, namun Belgia menyamakan kedudukan melalui Charles De Ketelaere. Skor imbang bertahan hingga menit-menit akhir.
Gol penentu kemenangan baru tercipta pada menit ke-88. Mikel Merino sukses memanfaatkan bola muntah di depan gawang Belgia, membawa La Furia Roja menang 2-1. Sorak sorai dan tepuk tangan langsung menggema di kawasan Tugu Keris saat peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini memastikan Spanyol melaju ke babak semifinal dan akan menantang Prancis di Piala Dunia 2026.
Yang menarik dari nobar ini bukan sekadar pertandingan. Warga dan prajurit duduk berdampingan di area yang sama, menikmati kopi dan camilan dari pedagang sekitar. Tidak ada jarak. Beberapa warga terlihat berdiskusi soal strategi tim kesayangan sambil sesekali bertepuk tangan ketika terjadi peluang gol.
Kegiatan yang diberi tajuk "Bola Gembira" ini sengaja dirancang Pemkot Jambi sebagai ruang publik yang positif dan aman. "Ini menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat. Melalui olahraga, kita membangun kebersamaan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan ruang publik yang harmonis," demikian pernyataan dari pihak penyelenggara.
Keramaian nobar juga membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di sekitar Tugu Keris Siginjai. Lapak-lapak kecil yang menjual mi instan rebus, sate, kopi, dan gorengan ramai dikunjungi pembeli. Seorang pedagang mengaku omzetnya naik dua kali lipat dibanding malam biasa.
Pemkot Jambi menyebut kegiatan ini akan terus digelar selama Piala Dunia 2026 berlangsung, terutama pada laga-laga besar yang melibatkan tim unggulan. Lokasi Tugu Keris dipilih karena aksesnya mudah dan mampu menampung banyak orang tanpa mengganggu arus lalu lintas utama.