BANGKO — Kemeriahan Car Free Day (CFD) Merangin pekan depan dipastikan berbeda dari biasanya. Sebanyak 30 grup jaranan Kuda Lumping dari berbagai kecamatan di Kabupaten Merangin akan menampilkan atraksi secara massal pada Minggu pagi, 12 Juli 2025.
Rombongan kesenian tradisional itu akan memulai pawai dari depan Kantor Bupati Merangin, melintasi kantor Dinas PUPR dan Pengadilan, sebelum akhirnya berakhir di lokasi CFD. Dua kelompok jaranan dari luar daerah, yakni Bangun Trisno dan Tri Dharma Manungga dari Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, juga turut meramaikan acara.
Panitia Pelaksana Akhoi AS mengatakan kemeriahan acara tidak hanya berasal dari puluhan grup jaranan. Tiga kelompok Reog dan dua tim seni tari juga akan menyuguhkan penampilan atraktif di sepanjang rute.
"Intinya acara budaya dalam rangka Gebyar Suro yang digelar Paguyuban Keluarga Jawa Merangin ini bakal seru. Rugi kalau tidak menonton, ayo ajak semua anggota keluarga," ujar Akhoi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Merangin.
Bupati Merangin H M Syukur bersama Wakil Bupati H A Khafid menyambut positif keterlibatan puluhan grup kesenian tersebut. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk terus melestarikan dan mengeksplorasi warisan seni tradisi dari berbagai rumpun suku yang menetap di Merangin.
"Saya harapkan tidak hanya seni budaya dari warga Merangin asal Jawa saja yang tampil, tapi nantinya juga seni budaya dari warga Merangin dari suku lainnya juga bisa digali dan ditampilkan," harap Bupati.
Menurut orang nomor satu di Merangin itu, perhelatan kebudayaan reguler seperti ini memiliki daya tarik kuat untuk memikat kunjungan wisatawan ke daerahnya. Ia menilai ragam kebudayaan di Merangin kian bermakna dan kaya berkat adanya akulturasi serta keharmonisan dengan adat istiadat dari suku pendatang lainnya.