JAMBI — Bagi warga Jambi yang sedang mencari mobil perkotaan bertransmisi otomatis, Honda Brio kerap menjadi pilihan utama. Namun, dilema klasik muncul saat harus memilih antara Brio RS, kasta tertinggi di segmen reguler, atau Brio Satya E, varian puncak di kelas LCGC. Perbedaan harga yang mencapai Rp27,5 juta membuat keputusan ini tidak bisa diambil sembarangan.
Dari sisi dapur pacu, keduanya adalah saudara kembar identik. Baik Brio RS maupun Brio Satya E sama-sama menggunakan mesin 1.2L SOHC 4-silinder yang menghasilkan tenaga 90 PS dan torsi 110 Nm. Sistem pengereman, struktur rangka, hingga rasio gir transmisi CVT-nya pun tidak ada perbedaan. Jadi, soal akselerasi dan efisiensi bahan bakar, keduanya setara.
Perbedaan paling mencolok ada di bagian eksterior. Brio RS mengusung tampilan sporty dan agresif dengan grille hitam solid, emblem RS, serta atap berwarna hitam (black top). Velg dual-tone 15 inci dan body kit seperti side skirt serta diffuser belakang membuatnya terlihat lebih kekar. Sebaliknya, Brio Satya E tampil lebih kalem dengan aksen krom pada grille, atap senada bodi, dan pelek monotone 14 inci.
Suasana di dalam kabin juga kontras. Brio RS mengusung tema serba hitam dengan aksen garis oranye pada dasbor, memberikan kesan muda dan enerjik. Fitur hiburannya juga lebih unggul dengan layar sentuh 6,2 inci dan tambahan tweeter untuk kualitas audio yang lebih jernih. Sementara itu, interior Brio Satya E dirancang lebih sederhana dan elegan, sesuai dengan segmennya yang mengutamakan efisiensi.
Keputusan akhir kembali pada preferensi dan kantong. Jika Anda menginginkan tampilan paling sporty, fitur hiburan yang lebih baik, dan siap merogoh kocek lebih dalam, Brio RS adalah jawabannya. Namun, jika prioritas utama adalah mobil andal dengan harga lebih terjangkau serta tampilan yang tetap menarik, Brio Satya E CVT menjadi pilihan paling rasional. Keduanya sama-sama menawarkan keandalan mesin Honda yang sudah teruji di jalanan Jambi.