SAROLANGUN — Momen mengantar anak di hari pertama sekolah dinilai Bupati Sarolangun Hurmin sebagai kenangan yang tak ternilai, melebihi hadiah atau mainan mahal sekalipun. Ia mendorong para ayah untuk hadir langsung menggandeng tangan anak mereka di gerbang sekolah.
"Mungkin bagi kita itu hanya beberapa menit mengantar mereka ke gerbang sekolah. Namun, bagi seorang anak, momen itu bisa menjadi kenangan yang akan mereka simpan seumur hidup," ujar Hurmin dalam pernyataan yang diterima di Sarolangun.
Untuk memastikan ajakan ini berjalan, Hurmin meminta seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Kabupaten Sarolangun memberikan kelonggaran waktu masuk kerja pada Senin depan. Menurutnya, pekerjaan bisa dikejar di hari-hari berikutnya, tapi hari pertama sekolah anak hanya terjadi sekali.
"Percayalah, anak tidak akan selalu mengingat mainan yang kita berikan atau hadiah yang kita berikan. Tetapi, mereka akan selalu mengingat siapa yang menggenggam tangannya saat mereka melangkah dengan rasa gugup di hari pertama sekolah," kata Hurmin.
Bupati menekankan bahwa kehadiran figur ayah pada momen transisi ini memiliki dampak psikologis jangka panjang bagi anak. Ia menyebut rutinitas pekerjaan yang padat kerap membuat para ayah melewatkan momen-momen kecil yang justru paling diingat anak.
"Mari kita luangkan sedikit waktu untuk mereka karena pekerjaan bisa kita kejar setiap hari. Tetapi, hari pertama sekolah seorang anak hanya terjadi sekali dalam hidupnya," ucapnya.
Di akhir pesannya, Hurmin mengajak para ayah untuk hadir secara langsung mendampingi buah hati mereka mengawali perjalanan pendidikan. "Hadirlah, genggam tangannya, antar langkah pertamanya. Sebab, bagi seorang anak, kehadiran ayah adalah doa yang berjalan bersamanya menuju masa depan," tutupnya.