JAMBI — Lebih dari sekadar konser, Rock Rise Vol. VI menjadi ruang silaturahmi bagi para pelaku dan penikmat musik cadas yang selama ini terus menjaga eksistensinya di Provinsi Jambi. Enam band dengan karakter musik berbeda tampil menghibur, mulai dari rock alternatif hingga metal.
Penampilan dibuka oleh Sektor Thirteen yang langsung membakar semangat penonton lewat lagu-lagu bernuansa rock dengan lirik sarat pesan moral dan kritik sosial. Suasana makin hangat ketika Tiga Empat Tiga, band asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, naik ke panggung dengan energi rock khasnya.
Allbezt Reborn, band asal Jambi yang dikenal mengawali perjalanan dari berbagai festival, sukses membawa nostalgia melalui lagu-lagu khas Dream Theater. Permainan instrumen solid dan teknik musikal matang mendapat apresiasi meriah dari para penonton.
Enjoy Band, grup yang dipunggawai Eko Sinyo dan selalu hadir sejak Rock Rise volume pertama, kembali membawakan lagu-lagu rock yang membuat penonton ikut bernyanyi. Energi malam memuncak saat Greget tampil dengan karakter metal kental—distorsi gitar tebal, drum agresif, dan aksi panggung penuh semangat.
Titinaka, band beranggotakan tiga personel, menjadi penutup sempurna. Penampilan memukau mereka menuntaskan malam Rock Rise Vol. VI dengan gemilang.
Eko Sinyo bersama Andri JmbPro mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor, panitia, musisi, komunitas, media partner, serta seluruh pecinta musik rock yang telah hadir dan menjadi bagian dari Rock Rise Vol. VI. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan ruang berkumpul dan berkarya bagi musisi rock di Jambi,” ujar keduanya.
Mereka berharap Rock Rise dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan karya-karya baru, mempererat solidaritas antarmusisi, sekaligus menjadi wadah bagi band-band lokal untuk menunjukkan kualitasnya kepada masyarakat yang lebih luas.
Kesuksesan Rock Rise Vol. VI kembali membuktikan bahwa musik rock di Jambi masih memiliki tempat kuat di hati para penikmatnya. Acara ini telah menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan semangat untuk terus menjaga denyut musik rock tetap hidup. (*)