Dirut PDAM Tirta Pengabuan Tanjab Barat Buka Suara soal Kritikan di Medsos: Perubahan Butuh Waktu, Semua Masukan Kami Tampung

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 15:30:01 WIB
Direktur Utama PDAM Tirta Pengabuan Tanjab Barat, Fery Elvianto, menanggapi kritik warga di media sosial dengan menyatakan semua masukan ditampung untuk perbaikan layanan.

TANJAB BARAT — Direktur Utama PT Tirta Pengabuan (PDAM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Fery Elvianto, akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang kritik yang dialamatkan warga melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa manajemen tidak menutup mata terhadap berbagai keluhan yang beredar.

"Kami tidak anti kritik, justru kami sangat menyambut baik segala saran dan masukan demi perubahan yang lebih baik di tubuh PDAM Tirta Pengabuan," ujar Fery saat dimintai tanggapan, Jumat (17/7/2026).

Kritik Medsos Jadi Motivasi untuk Berkinerja Lebih Baik

Fery mengakui, tekanan dari publik di dunia maya cukup berat. Namun, ia justru melihat sisi positif dari setiap pandangan negatif yang muncul. Menurutnya, kritik tersebut menjadi bahan bakar untuk membuktikan bahwa perusahaan air minum daerah ini mampu berubah.

"Memang berat tantangan untuk membuat perubahan. Namun, kita tetap optimis dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Meskipun terus dihujani berbagai pandangan negatif, hal itu justru menjadi saran dan motivasi bagi kita untuk semakin menunjukkan etos kerja yang baik," jelasnya.

Perbaikan Administrasi Sudah Mulai Terlihat, Distribusi Air Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Fery mengakui bahwa saat ini PDAM Tirta Pengabuan sudah menunjukkan kemajuan di sektor administrasi. Namun, ia tak menampik bahwa hasilnya belum maksimal di seluruh aspek pelayanan, terutama distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan.

"Kami sadar sepenuhnya bahwa secara administrasi sudah berangsur membaik, namun belum mencapai hasil yang diharapkan. Namun, kami yakin dan tetap berkomitmen untuk menunjukkan kinerja serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan PDAM," tegasnya.

Manajemen Minta Waktu, Sebut Perubahan Tak Bisa Seketika

Menghadapi desakan publik yang menginginkan perbaikan cepat, Fery meminta kesabaran. Ia mengibaratkan proses transformasi di tubuh PDAM tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Biarkan nanti seiring waktu yang berbicara dan melihat perubahan kerja yang selama ini kita lakukan. Karena berbuat kebaikan memang tidak mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Perlu waktu yang bertahap," ucapnya.

Saat ini, jajaran manajemen dan seluruh staf PDAM Tirta Pengabuan disebut terus berupaya memperbaiki berbagai kekurangan, mulai dari pelayanan administrasi hingga distribusi air bersih. Upaya ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang selama ini mengeluhkan kualitas dan kuantitas pasokan air.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: liputanjambi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top