TANJAB BARAT — Kopi Liberika Betara, salah satu komoditas kebanggaan Jambi, mendapat suntikan energi baru. PT PLN Indonesia Power UBP Jambi meresmikan Program Sekolah Lapang Kopi Liberika di Kelompok Tani Sri Utomo 2, Kecamatan Betara, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Program ini bukan proyek dadakan. Sudah tiga tahun berjalan, perusahaan sebelumnya telah membangun dome pengering kopi, rumah produksi, serta memberikan peralatan pengolahan dan pendampingan peningkatan mutu. Tahun ini, fokusnya bergeser ke pengembangan sumber daya manusia petani.
Petani Bukan Sekadar Diberi Alat, Tapi Diajak Sekolah
"Kami berharap Sekolah Lapang ini mampu melahirkan petani-petani Kopi Liberika yang semakin profesional, produktif, dan berdaya saing," ujar Manager PT PLN Indonesia Power UBP Jambi, Purba Kusuma, dalam keterangan yang diterima di Jambi.
Purba menegaskan, keberhasilan program TJSL tidak diukur dari besarnya bantuan, melainkan dari kemampuan menciptakan kemandirian. Menurutnya, ketika petani berkembang, ekonomi daerah tumbuh, dan kesejahteraan meningkat, di situlah nilai program ini terasa.
Identitas Daerah yang Harus Dikelola Profesional
Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Anwar Sadat, yang diwakili Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Rismanto, memberikan apresiasi. Ia menyebut Kopi Liberika sebagai identitas dan komoditas unggulan di Negeri "Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan".
"Kopi ini punya potensi besar meningkatkan kesejahteraan jika dikelola profesional, dari budidaya hingga pemasaran," kata Rismanto. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar Kopi Liberika Tanjab Barat semakin dikenal di pasar nasional dan internasional.
Camat Betara: Edukasi Kunci Jaga Kualitas Kopi
Camat Betara, Nasrun, menyambut baik metode Sekolah Lapang. Ia menekankan pentingnya edukasi untuk meningkatkan taraf hidup petani sekaligus menjaga kualitas kopi kebanggaan daerah.
"Betara ini terkenal dengan Kopi Liberika-nya. Kegiatan seperti ini sangat membantu memperkenalkan dan memperluas reputasi daerah kami," ujar Nasrun.
Peresmian turut dihadiri Sekretaris PT PLN Indonesia Power, perangkat daerah, penyuluh pertanian, mitra Beraso Coffee, dan para petani. PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya bahwa energi yang mereka hasilkan bukan hanya listrik, tetapi juga energi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kolaborasi dan pemberdayaan.