MUARO JAMBI — Rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk Kabupaten Muaro Jambi terus merangkak naik dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tahun 2025 ini meningkat 0,02 tahun atau 0,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 8,7 tahun.
Dalam periode 2020-2025, RLS Muaro Jambi tumbuh 0,15 tahun atau setara 1,75 persen. Meskipun trennya positif, angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 9,07 tahun pada tahun yang sama.
Di tingkat provinsi, Muaro Jambi menempati peringkat keempat setelah Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci. Berikut daftar lima besar RLS tertinggi di Provinsi Jambi pada 2025:
Selisih RLS antara Muaro Jambi dengan Kota Jambi cukup lebar, mencapai 2,87 tahun. Artinya, rata-rata penduduk Kota Jambi bersekolah hampir tiga tahun lebih lama dibanding warga Muaro Jambi. Sementara itu, RLS terendah di provinsi ini tercatat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang hanya 7,71 tahun.
Angka 8,72 tahun juga mengindikasikan bahwa rata-rata penduduk Muaro Jambi berhenti di bangku kelas VIII. Ini masih satu tingkat di bawah target wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah pusat.
RLS merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur kualitas sumber daya manusia suatu daerah. Semakin tinggi RLS, semakin besar potensi produktivitas dan daya saing tenaga kerja lokal. Capaian Muaro Jambi yang masih di bawah rata-rata nasional menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk mendorong partisipasi sekolah hingga jenjang lebih tinggi.
Data BPS ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Muaro Jambi dalam merancang kebijakan pendidikan ke depan, terutama dalam menekan angka putus sekolah dan memperluas akses pendidikan menengah di wilayah pedesaan.