JAMBI — Hamparan pasir yang muncul secara musiman di sepanjang aliran Sungai Batanghari kembali menjadi daya tarik warga untuk berekreasi. Namun, di balik pemandangan yang eksotis tersebut, Basarnas Jambi memberikan peringatan keras terkait keselamatan jiwa.
Imbauan ini disampaikan menyusul sejumlah insiden kondisi membahayakan manusia (KMM) di kawasan perairan, termasuk kejadian yang telah merenggut korban jiwa. Basarnas menegaskan bahwa karakteristik Sungai Batanghari tidak seragam di setiap titik, dan penilaian keamanan tidak boleh hanya berdasarkan kondisi permukaan.
Ancaman utama yang perlu diwaspadai adalah keberadaan palung atau cekungan dalam di dasar sungai. Kontur dasar Sungai Batanghari juga dapat berubah sewaktu-waktu akibat proses pengikisan atau gerusan air, membuat kedalaman perairan berubah secara mendadak.
"Jangan menjadikan kondisi permukaan sungai sebagai satu-satunya patokan keamanan," demikian peringatan yang disampaikan Basarnas Jambi. Meskipun dari permukaan terlihat dangkal, dasar sungai dapat memiliki kedalaman yang berbeda-beda.
Selain palung, arus bawah sungai yang deras juga menjadi bahaya serius. Arus ini kerap tidak terlihat dari permukaan, dan dalam kondisi tertentu seseorang dapat tiba-tiba kehilangan pijakan lalu terseret ke bagian yang lebih dalam.
Untuk meminimalisir risiko, Basarnas Jambi mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Batanghari untuk menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama jaket pelampung atau life jacket. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk memberikan perlindungan dasar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Fenomena pasir timbul memang menawarkan pesona wisata musiman yang menarik. Namun, kewaspadaan dan kesiapan alat keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengunjung agar momen rekreasi tidak berujung pada tragedi.