Rheinmetall Uji Peluncur Drone Kamikaze FV-014 dari Truk Bergerak, Satu Kontainer Muat 18 Unit

Penulis: Syafruddin Amir  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:21:31 WIB
Rheinmetall menguji peluncur drone kamikaze FV-014 dari truk bergerak di Jerman.

JAMBI — Uji coba berlangsung di National Test Centre for Unmanned Aerial Systems, Jerman, kawasan yang dikelola German Aerospace Centre di Cochstedt, Sachsen-Anhalt. Hasilnya menjadi pijakan baru bagi pengembangan rudal jelajah (loitering munition) yang dirancang untuk medan perang bergerak cepat.

Spesifikasi Drone FV-014 dan Kemampuan Serangnya

Setiap FV-014 memiliki bobot lepas landas sekitar 22 kilogram dengan hulu ledak enam kilogram bertipe High-Explosive Dual-Purpose. Klaim pabrikan, daya penetrasinya menembus lebih dari 600 milimeter baja solid.

Drone ini mengandalkan baling-baling elektrik yang senyap, plus jejak radar dan inframerah yang diperkecil. Waktu terbangnya mencapai 70 menit dengan jangkauan 100 kilometer, memberi ruang bagi operator untuk melakukan pengintaian sebelum memutuskan menyerang.

Konsep Kontainer 20 Kaki untuk Mobilitas Tinggi

Peluncur Containerized Missile Launcher dibangun di atas kerangka kontainer ISO standar 20 kaki. Karena itu, ia bisa dipasang di truk, kapal, atau posisi darat tetap tanpa banyak modifikasi struktural.

Koneksi ke jaringan komando dan komunikasi memakai radio atau tautan satelit. Rheinmetall menyebut sistem ini punya mode aktivasi dorman dan pasokan daya jarak jauh, sehingga bisa ditempatkan di lokasi terpencil dalam waktu lama tanpa perawatan rutin.

Strategi Serangan Swarm dan Ketahanan GNSS

Setelah keluar dari kontainer, sayap drone terbuka dan beralih ke mode terbang aerodinamis. Operator memegang kendali penuh sepanjang misi hingga keputusan serangan diambil.

Rheinmetall merancang FV-014 untuk kondisi tempur yang tidak menentu, bukan pertahanan garis tetap. Sensor onboard dan fitur jaringannya dirancang tahan terhadap gangguan GNSS, ancaman yang makin umum dalam peperangan elektronik modern.

Sasaran yang bisa dihantam mencakup kendaraan lapis baja hingga infrastruktur lunak dan aset tak berlapis. Rencana berikutnya, sistem ini bakal diperluas ke platform darat bergerak lain dan kapal laut.

Status Uji Coba dan Prospek Adopsi

Uji coba di Cochstedt masih berstatus proof of concept, bukan peluncuran operasional. Verifikasi independen terhadap spesifikasi yang dipublikasikan masih terbatas.

Langkah berikutnya menunggu keputusan pengadaan dari calon pembeli yang tengah mengevaluasi kemampuan swarm loitering munition. Detail ketertarikan pelanggan sulit diprediksi karena kerahasiaan yang melekat pada proses pengadaan alat pertahanan.

Bagi pengamat industri pertahanan, uji ini menegaskan arah Rheinmetall dalam menghadirkan sistem serangan drone yang bisa bergerak mengikuti pasukan, bukan hanya dipasang statis di pangkalan.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top