Sengketa App Store Lanjut, Epic Games Tolak Mediasi Usulan Apple

Penulis: Ramli Ahmad  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:23:31 WIB
Epic Games menolak usulan mediasi Apple dalam sengketa App Store yang berlanjut di pengadilan.

JAMBI — Bentrokan hukum antara Epic Games dan Apple kembali memanas. Pekan lalu, Apple mengajukan dua langkah sekaligus: pertama, struktur komisi baru untuk pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) di luar sistem App Store di Amerika Serikat, dan kedua, permintaan resmi agar pengadilan memerintahkan kedua pihak duduk dalam konferensi mediasi.

Di bawah usulan struktur komisi anyar tersebut, Apple akan memungut komisi hingga 15 persen untuk setiap transaksi yang diselesaikan lewat sistem pembayaran alternatif. Angka ini turun dari standar komisi 30 persen yang selama ini diterapkan Apple untuk pembelian digital di dalam aplikasi iOS.

Posisi Epic: Terbuka pada Tawaran Serius, Tapi Tak Butuh Mediasi

Dalam dokumen tanggapan yang diajukan ke pengadilan, Epic Games menyatakan pihaknya "telah dan tetap bersedia menerima pendekatan langsung dari Apple" selama proposal damai yang diajukan bersifat serius dan mampu menghadirkan kompetisi yang menguntungkan seluruh developer.

Kendati demikian, Epic menilai prospek kesepakatan tidak akan berjalan lebih baik hanya karena dirujuk ke konferensi mediasi pada tahap sekarang. "Seandainya pengadilan memerintahkan rujukan ke konferensi mediasi, Epic akan berpartisipasi dengan itikad baik," demikian bunyi pernyataan perusahaan.

Keputusan selanjutnya kini berada di tangan Hakim Yvonne Gonzalez Rogers. Apple meminta konferensi mediasi diawasi langsung oleh Magistrate Judge Joseph C. Spero.

Mengapa Apple Terus Mempersempit Ruang Lingkup Putusan

Ini bukan pertama kalinya Apple berupaya mempersempit cakupan injunksi yang dikeluarkan Hakim Gonzalez Rogers terkait pembelian di luar App Store. Argumen utama Apple: karena gugatan Epic bukan gugatan class action, maka injunksi seharusnya tidak berlaku luas untuk developer lain.

Pada salah satu banding sebelumnya, Apple bahkan menyatakan developer yang menginginkan keringanan serupa bisa mengajukan gugatan sendiri alih-alih menumpang injunksi dari kasus Epic. Pengadilan Banding Sirkuit Kesembilan menolak argumen ini. Alasannya, membatasi injunksi hanya untuk Epic dan afiliasinya tidak akan memberikan kelegaan penuh yang dicari Epic.

Penolakan itu selaras dengan posisi publik Epic sepanjang kasus: perjuangan hukum ini bukan semata kepentingan bisnis sendiri, melainkan demi manfaat luas bagi ekosistem developer.

Apa yang Mungkin Ditawarkan Apple?

Dalam mosi mediasi yang diajukan, Apple tidak menyebutkan secara gamblang bentuk kompensasi yang bakal ditawarkan. Namun, siapa pun yang mengikuti sengketa ini sejak awal bisa menebak arahnya: Apple kemungkinan besar akan menyodorkan kesepakatan yang menggiurkan bagi Epic, tapi dengan konsesi yang dibatasi hanya untuk Epic saja.

Tanggapan Epic sudah lebih dulu mengantisipasi skenario itu. Pernyataan bahwa proposal damai yang serius harus "menguntungkan semua developer" menjadi tamparan halus bagi Apple. Penutup tanggapan Epic bahkan mengisyaratkan bahwa upaya Apple ini datang terlambat.

Pertanyaannya kini: akankah Hakim Gonzalez Rogers mengabulkan permintaan mediasi Apple? Atau kasus ini akan terus bergulir ke persidangan lanjutan? Yang jelas, nasib developer kecil di ekosistem iOS ikut ditentukan dari hasil sengketa dua raksasa ini.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top