JAMBI — Kabar terbaru datang untuk penggemar tablet premium Samsung. Menurut bocoran dari Roland Quandt, jajaran Galaxy Tab S12 yang akan datang dipastikan mengalami kenaikan harga di pasar Amerika Serikat. Kenaikan ini terbilang moderat, sekitar USD 100 (sekitar Rp 1,65 juta) untuk semua varian, tidak semahal yang sempat dikhawatirkan banyak pihak.
Informasi yang beredar menunjukkan Samsung mungkin menghapus varian dasar (non-Plus/Ultra) dan fokus pada dua model terbesarnya. Berikut rincian harga yang bocor untuk pasar AS:
Estimasi harga dalam rupiah dihitung dengan kurs Rp 16.500 per dolar AS dan belum termasuk pajak serta garansi resmi Indonesia.
Untuk melihat konteks kenaikan ini, mari kita bandingkan dengan seri S11 dan S10. Galaxy Tab S11 Ultra sebelumnya dibanderol mulai dari USD 1.299 di AS, sementara Galaxy Tab S10+ dibuka di harga USD 1.099. Artinya, kenaikan terjadi hampir merata di semua lini, termasuk untuk konfigurasi penyimpanan tertinggi.
Kenaikan ini menandai tren harga tablet premium yang terus merangkak naik. Meski begitu, kenaikan USD 100 dirasa masih masuk akal mengingat spesifikasi dan ukuran layar yang ditawarkan di kelas Plus dan Ultra.
Hingga berita ini ditulis, tanggal peluncuran resmi Galaxy Tab S12 series masih belum diumumkan. Namun, spekulasi kuat beredar bahwa tablet ini akan diperkenalkan bersamaan dengan Galaxy S26 FE yang dijadwalkan hadir pekan depan. Belum ada informasi apakah harga pasar Indonesia akan mengikuti pola kenaikan serupa atau berbeda.
Galaxy Tab S12 series datang dengan harga lebih tinggi, namun kenaikannya tidak terlalu agresif. Bagi pengguna yang sudah menunggu generasi terbaru tablet Samsung, bocoran harga ini bisa menjadi patokan awal untuk menyiapkan anggaran. Namun bagi yang tidak membutuhkan performa terkini, seri S11 atau S10 yang harganya mungkin turun bisa menjadi alternatif menarik.