KAI Genjot Elektrifikasi Green Line Rp 1,2 Triliun, Gardu Listrik Baru untuk KRL 12 Gerbong

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:24:01 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memaparkan progres finalisasi detail engineering design proyek Green Line di Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

JAMBI — Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan proyek Green Line saat ini masih dalam tahap finalisasi detail engineering design (DED). Setelah tahap pertama tuntas, pengembangan berlanjut ke peningkatan kapasitas gardu lama dan sistem persinyalan untuk memperpendek jarak antarperjalanan alias headway.

"Green Line nanti segera kita mulai. Sekarang sedang finalisasi dari DED-nya. Nanti Green Line itu ada tiga tahap. Tahap pertama adalah kita tambahkan ada lima gardu dulu ya, sehingga listriknya naik dulu begitu listriknya naik kita bisa masuk SF12 di situ," kata Bobby di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

Penambahan Gardu Listrik Kunci Percepatan Headway

Bobby menjelaskan, penambahan lima gardu listrik baru merupakan fondasi untuk menaikkan pasokan daya di lintas yang melayani kawasan penyangga Jakarta ini. Dengan daya listrik yang cukup, KAI bisa mengoperasikan rangkaian SF12 yang kapasitasnya jauh lebih besar dibanding konfigurasi delapan atau sepuluh gerbong yang banyak beroperasi saat ini.

"Setelah itu nanti kita upgrading, jadi gardu-gardu yang lama kita upgrading semua sehingga nanti headway-nya bisa lebih singkat plus dengan nanti persinyalannya juga akan kita tingkatkan," ujar Bobby.

Saat ini, headway KRL Green Line tercatat sekitar 10 menit. Target jangka pendeknya, frekuensi perjalanan bisa semakin rapat seiring rampungnya peningkatan gardu dan persinyalan pada tahap-tahap berikutnya.

Armada SF12: 19 Rangkaian Beroperasi, 9 Lagi dari INKA Menyusul

Pengembangan infrastruktur kelistrikan ini berjalan paralel dengan modernisasi armada. KAI menargetkan seluruh rangkaian KRL yang beroperasi nantinya menggunakan konfigurasi 12 gerbong. Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 19 rangkaian SF12.

"Rangkaian kan semua nanti akan 12. Jadi ada sekarang itu kan yang sudah jalan itu 11 plus delapan itu 19 rangkaian yang sudah SF12. Yang baru-baru dari China dan dari INKA kita masih punya sisa itu dari INKA ada sembilan unit lagi. Ada sembilan unit lagi nanti sampai akhir tahun akan masuk juga," kata Bobby.

Selain menambah unit baru, KAI juga berencana memodernisasi lebih dari 86 rangkaian kereta yang saat ini masih berkonfigurasi delapan hingga sepuluh gerbong. Seluruh rangkaian tersebut akan diubah menjadi SF12.

"Kemudian nanti kita akan modernisasi lebih dari 86 train set yang sekarang rangkaian delapan sampai rangkaian 10 semua kita akan modernisasi jadi rangkaian 12 semua," imbuhnya.

Lonjakan Penumpang Rangkasbitung Jadi Pemicu Percepatan

Pengembangan kapasitas ini menjadi prioritas lantaran jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data KAI, jumlah penumpang melonjak dari 43,3 juta orang pada 2022 menjadi 77,5 juta orang pada 2025. Tren ini berlanjut pada awal tahun ini, dengan catatan 20,2 juta penumpang sepanjang Januari-Maret 2026.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara khusus meminta KAI mempercepat penambahan rangkaian KRL Green Line untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat. Dengan tambahan gardu listrik dan modernisasi armada, KAI berharap kapasitas angkut dan frekuensi perjalanan bisa berlipat ganda, mengurangi kepadatan di jam sibuk yang kerap dikeluhkan pengguna.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top