JAMBI — Vivian Indrawaty bukan nama asing di kompetisi MLBB ladies Indonesia. Sejak bergabung dengan Bigetron Esports pada 2019, perempuan kelahiran Depok, 7 Januari 1999 ini konsisten menjadi tulang punggung tim di posisi roamer. Julukan "The Mother of Tank" melekat padanya berkat kemampuannya memimpin inisiatif serangan dan melindungi rekan setim dengan hero-hero tank seperti Grock, Minotaur, hingga Kaja.
Perjalanan Vivian menuju panggung esports profesional dimulai dari kebiasaannya bermain di warung internet (warnet) saat mengisi waktu luang. Kebiasaan itu berlanjut hingga masa kuliahnya di Politeknik Negeri Jakarta, jurusan Graphic Arts Engineering. Sebelum resmi menjadi pro player, ia sempat bekerja sebagai penjoki game untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sebelum akhirnya direkrut Bigetron Esports.
Vivian mengawali karier profesionalnya di Belletron Battle Angels, divisi ladies MLBB dari Bigetron Esports. Dua tahun pertama di tim tersebut menjadi fondasi kariernya, di mana ia membantu tim meraih berbagai gelar di turnamen nasional maupun internasional.
Memasuki periode 2022 hingga 2024, tim berganti nama menjadi Bigetron Era. Di sinilah Vivian dan rekan-rekannya menunjukkan dominasi luar biasa dengan meraih gelar juara back-to-back di Woman Star League (WSL) Season 6, 7, dan 8. Prestasi tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu roamer ladies terbaik di Asia Tenggara.
Perubahan besar terjadi pada Mei 2024 ketika organisasi esports asal Prancis, Team Vitality, mengakuisisi Bigetron Esports. Sejak saat itu, Vivian resmi memperkuat Bigetron by Vitality dan terus tampil konsisten di panggung internasional.
Sebagai roamer, Vivian memikul tanggung jawab besar di dalam pertandingan. Ia dituntut untuk membaca pergerakan musuh, melakukan koordinasi tim, serta mengambil keputusan cepat di situasi genting. Hero signature seperti Mathilda, Chou, dan Jawhead kerap menjadi pilihannya untuk membuka perang atau menyelamatkan rekan setim yang terpojok.
Kemampuan mekanik dan game sense-nya yang tinggi menjadikannya aset berharga bagi Bigetron by Vitality. Keberadaannya di tim asal Prancis tersebut tidak hanya memperkuat skuad, tetapi juga membawa nama Indonesia lebih dikenal di kancah esports global.
Selain tiga gelar WSL beruntun, Vivian juga pernah membawa pulang trofi Juara 1 Woman Star League Ignition pada 2020 dan meraih posisi ketiga di ajang Dignity of Srikandi. Total hadiah kariernya yang mencapai Rp 1,86 miliar menjadikannya salah satu pemain perempuan dengan perolehan tertinggi di Indonesia.
Di luar kompetisi, Vivian aktif membagikan aktivitasnya melalui akun Instagram @vivian.indrawaty, TikTok @viviindrawatyy, dan YouTube "Vivian Weh". Ia juga memiliki channel WhatsApp pribadi untuk berinteraksi dengan penggemar.
Dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun di scene profesional, Vivian membuktikan bahwa pemain perempuan Indonesia mampu bersaing dan mendominasi di level tertinggi. Kariernya menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan kecintaan pada game bisa membawa seseorang menembus batas geografis dan meraih pengakuan internasional.