Google Messages Update Agustus 2026: Chat Theme, Read Receipts Baru, dan Integrasi iOS 27

Penulis: Ramli Ahmad  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:37:31 WIB
Pengguna kini dapat mengubah warna bubble chat dan wallpaper latar belakang percakapan secara terpisah melalui fitur Chat Theme di Google Messages.

JAMBI — Aplikasi pesan default Android ini memang dikenal rajin menguji fitur secara bertahap (A/B testing) sebelum dirilis ke semua pengguna di versi stabil. Alhasil, beberapa fitur baru bisa muncul lebih dulu di kanal beta untuk sekelompok pengguna tertentu, sementara sisanya harus menunggu beberapa pekan atau bahkan berbulan-bulan.

Berdasarkan pantauan dari berbagai laporan dan perangkat yang menjalankan versi beta, berikut ringkasan fitur-fitur yang tengah bergulir dan yang sudah resmi meluncur di versi stabil sepanjang bulan ini.

Chat Theme: Kustomisasi Total Tampilan Percakapan

Fitur paling menonjol yang kini meluncur di versi stabil adalah "Chat Theme". Fitur ini menggantikan opsi "Change colors" yang diperkenalkan tahun lalu. Pengguna kini bisa mengubah warna bubble chat sekaligus wallpaper latar belakang percakapan secara terpisah.

Untuk warna bubble, tersedia sembilan pilihan yang bisa digeser (carousel). Opsi pertama adalah Dynamic Color yang secara otomatis menyesuaikan dengan warna wallpaper percakapan. Sementara untuk latar belakang, pengguna bisa memilih dari koleksi bawaan Google seperti Animals, Architecture, Cityscapes, hingga Space, atau mengunggah gambar sendiri.

Cara mengaksesnya cukup mudah, yaitu lewat menu tiga titik di pojok kanan atas layar percakapan. Google juga akan menandai fitur ini dengan badge merah untuk memudahkan pengguna menemukannya saat pertama kali dirilis.

Desain Read Receipts dan Menu Long-Press yang Bereksperimen

Google sedang gencar menguji ulang tampilan centang sudah dibaca (read receipts). Setelah sempat mencoba ikon satu lingkaran di dalam bubble, kini mereka kembali ke desain lama berupa dua lingkaran di bawah pesan. Namun, ada perubahan signifikan: informasi timestamp dan gembok enkripsi tidak lagi ditampilkan langsung di bawah pesan.

Sebagai gantinya, pengguna harus menggeser (swipe) ke kiri untuk melihat detail tersebut, dan menggeser ke kanan untuk membalas pesan secara langsung. Desain ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang menempatkan read receipts di pojok kanan bawah bubble dan sudah mulai terlihat di versi beta sejak Agustus 2024.

Selain itu, Google juga tengah menguji menu kontekstual baru. Alih-alih toolbar di bagian atas, menekan lama (long-press) pada pesan atau gambar kini memunculkan menu melayang (floating menu) dengan latar belakang yang blur. Dari menu ini, pengguna bisa menyalin sebagian teks percakapan tanpa harus menyalin keseluruhan pesan seperti sebelumnya.

Integrasi RCS dengan iOS 27: Balasan dan Reaksi Foto

Kabar baik bagi pengguna yang sering berkomunikasi lintas platform. Ketika iOS 27 resmi dirilis musim gugur nanti, percakapan RCS antara Android dan iPhone akan mendukung balasan inline yang menyertakan kutipan pesan asli. Ini merupakan peningkatan signifikan dari sistem sebelumnya yang hanya mendukung balasan tanpa konteks.

Tidak hanya itu, reaksi terhadap pesan (photo reactions) juga akan menampilkan emoji asli seperti yang dikirim pengguna, bukan sekadar deskripsi teks seperti "Liked" atau "Laughed". Fitur ini saat ini masih dalam tahap beta dan akan menjadi standar baru komunikasi lintas OS.

Perubahan Lain di Versi Beta dan Stabil

Google juga tengah menguji beberapa perubahan lain. Untuk Messages for web, metode pairing lewat kode QR secara bertahap akan dihapus dan diganti dengan masuk menggunakan akun Google. Meski begitu, metode QR masih berfungsi hingga akhir April 2026.

Di sisi lain, tombol pesan suara (voice message) kini hadir dengan warna yang lebih tegas, tidak lagi mengikuti warna gelombang suara seperti sebelumnya. Fitur "Tap to draft" juga menjadi penyelamat bagi pengguna yang kerap tidak sengaja mengirim saran balasan (Smart Reply). Kini, mengetuk saran tersebut hanya akan memasukkannya ke kolom teks untuk diedit sebelum dikirim, bukan langsung mengirimnya.

Nasib Samsung Messages di Amerika Serikat

Kabar penting bagi pengguna Samsung di Amerika Serikat. Perusahaan asal Korea Selatan itu resmi menghentikan aplikasi Samsung Messages dan mengarahkan penggunanya untuk beralih ke Google Messages. Pada perangkat dengan Android 14 ke atas, aplikasi RCS besutan Google ini akan otomatis berpindah ke dock layar utama setelah proses migrasi selesai.

Keputusan ini menegaskan posisi Google Messages sebagai aplikasi pesan default utama di ekosistem Android, setidaknya di pasar Amerika Utara. Pengguna di Indonesia sendiri sudah lama menggunakan Google Messages sebagai aplikasi default di berbagai perangkat, terutama untuk memanfaatkan fitur RCS yang kini didukung penuh oleh operator lokal.

Dengan berbagai pembaruan yang terus bergulir, Google Messages tampaknya serius membangun ekosistem pesan yang lebih modern dan terintegrasi. Kombinasi kustomisasi tampilan, peningkatan fungsionalitas RCS lintas platform, dan penyempurnaan UI secara bertahap menunjukkan arah pengembangan yang jelas. Fitur Chat Theme dan dukungan RCS penuh dengan iOS 27 kemungkinan besar akan menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman berkirim pesan yang lebih personal dan kaya fitur.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top