TEBO — Polusi udara di Kabupaten Tebo memasuki level yang mengancam kesehatan. Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnakan) setempat, angka ISPU yang dipantau dari stasiun di Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, mencapai 204 pada Senin pagi.
Angka tersebut masuk dalam rentang 201-300 yang dikategorikan sangat tidak sehat. Parameter pencemar paling kritis adalah partikel halus PM2.5, yang menjadi penyumbang utama tingginya nilai indeks. Partikel berukuran sangat kecil ini mampu menembus paru-paru dan masuk ke aliran darah, sehingga berisiko memicu gangguan pernapasan hingga penyakit jantung.
Pada level ini, seluruh lapisan masyarakat berpotensi mengalami iritasi mata, batuk, dan sesak napas. Namun, risiko paling serius mengancam kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit paru dan jantung.
Pemerintah kabupaten melalui dinas terkait meminta warga menunda aktivitas di luar gedung. Jika terpaksa keluar rumah, penggunaan masker menjadi keharusan untuk meminimalkan paparan polutan.
Faktor pemicu memburuknya kualitas udara di Tebo tidak lepas dari praktik pembakaran lahan yang kerap terjadi di musim kemarau. Karena itu, imbauan untuk tidak membakar lahan kembali digaungkan, mengingat dampaknya langsung memperparah kabut asap dan meningkatkan konsentrasi PM2.5 di udara.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tebo, Liga Marisa, S.IP, menegaskan kondisi ini harus menjadi perhatian kolektif, bukan hanya tugas pemerintah daerah.
“Kondisi udara yang sangat tidak sehat ini harus menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat kami imbau tidak membakar lahan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan serta kualitas udara di Tebo,” kata Liga Marisa dalam keterangannya, Senin.
Selain memakai masker, warga disarankan menutup rapat jendela rumah pada pagi hari saat konsentrasi polutan biasanya meningkat. Memasang alat pembersih udara di dalam ruangan juga menjadi opsi bagi keluarga dengan balita atau lansia.
Jika muncul gejala seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau sesak napas akut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemantauan kualitas udara oleh Disbunnakan Tebo akan terus diperbarui untuk melihat perkembangan indeks pencemaran dalam beberapa hari ke depan.