Hotspot di Bungo Capai 236 Titik, Luas Lahan Terbakar Mendekati 17 Hektare

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Senin, 07 September 2026 | 19:01:02 WIB
Petugas Satgas Karhutla berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di Kabupaten Bungo, Jambi, yang kini mencapai luas mendekati 17 hektare.

BUNGO — Lahan yang terbakar di Kabupaten Bungo bertambah hampir 3 hektare hanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memperparah dampak musim kemarau yang melanda wilayah Provinsi Jambi, dengan titik api yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bungo mencatat luas karhutla kini mendekati 17 hektare, naik dari sebelumnya yang berada di angka 14 hektare. Zainadi menyebut kenaikan ini terjadi cepat karena kondisi lahan yang sangat kering.

115 Titik Panas Terdeteksi Sepanjang Agustus 2026

Akumulasi titik panas di Kabupaten Bungo mencapai 236 titik. Rinciannya, 115 titik terdeteksi sepanjang Agustus 2026, lalu bertambah 25 titik pada September 2026.

“Data ini merujuk pada rilis resmi dari BMKG Provinsi Jambi,” ujar Zainadi saat dikonfirmasi, Senin (7/9).

Penambahan titik panas ini terjadi merata di berbagai kecamatan di Kabupaten Bungo, tidak hanya terpusat di satu wilayah.

Petugas Kesulitan Padamkan Api karena Selang Air Terbatas

Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Bungo masih berstatus siaga penuh. Petugas bersiaga di posko utama untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala teknis. Zainadi menjelaskan, panjang selang air yang terbatas membuat petugas kesulitan menjangkau titik api yang berada jauh di dalam lahan.

“Akibatnya, pemadaman terpaksa dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya,” ungkapnya.

Warga Diminta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Pemerintah Kabupaten Bungo mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan mengingat kondisi cuaca yang kering sangat rentan memicu kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta tidak membuang puntung rokok sembarangan,” tegas Zainadi.

Partisipasi aktif warga dinilai krusial untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi semakin meluas selama musim kemarau masih berlangsung.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top