JAMBI — Pemantauan platform IQAir yang bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Rabu (28/10/2026) pukul 10.00 WIB mencatat AQI Kota Jambi berada di angka 55. Angka itu menempatkan kualitas udara ibu kota provinsi tersebut dalam kategori Sedang, bukan lagi tercemar asap pekat.
Hujan dengan intensitas deras turun merata di Kota Jambi dan sekitarnya sejak pagi. Guyuran air itu efektif melarutkan partikel debu halus dan mengikis sisa endapan kabut asap yang sebelumnya menumpuk di atmosfer.
Polutan utama yang masih terukur di udara Kota Jambi didominasi konsentrasi PM2.5 sebesar 11,5 mikrogram per meter kubik. Partikel halus berukuran sangat kecil itu menjadi indikator utama risiko gangguan pernapasan bagi warga yang beraktivitas di luar ruang.
Kondisi lingkungan yang lebih basah juga menurunkan suhu udara menjadi 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat mencapai 64 persen pada waktu pengukuran yang sama.
Perbaikan kualitas udara ini datang setelah Kota Jambi sempat diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap dari titik-titik panas di sekitar wilayah itu sebelumnya mendorong konsentrasi partikel halus naik dan membuat udara terasa pengap.
Hujan deras yang turun merata pada Rabu pagi mengubah kondisi tersebut. Warga yang sempat membatasi aktivitas luar ruang kini bisa kembali beraktivitas dengan udara yang lebih segar.
Meski indikator kualitas udara terus menunjukkan tren perbaikan ke arah yang lebih sehat, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Warga juga diminta menjaga kesehatan pernapasan saat beraktivitas di luar rumah.
Imbauan itu relevan mengingat kategori Sedang belum berarti udara sepenuhnya bersih. Kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan tetap perlu waspada terhadap sisa partikel halus di udara.