Pencarian

Fadhil Arief Ingatkan Santri Tak Boleh Kalah dengan Perkembangan Zaman: Kuasai Teknologi, Perkuat Ilmu dan Akhlak

Jumat, 30 Oktober 2026 • 23:16:11 WIB
Fadhil Arief Ingatkan Santri Tak Boleh Kalah dengan Perkembangan Zaman: Kuasai Teknologi, Perkuat Ilmu dan Akhlak

BATANG HARI – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief mengingatkan para santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, santri harus memiliki kepercayaan diri, wawasan luas, serta akhlak mulia agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah maupun bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Fadhil Arief saat menghadiri puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Batang Hari di Pondok Pesantren Irsyadul Ibad, Desa Simpang Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung meriah dan diikuti sekitar 2.500 peserta. Mereka terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pengurus pondok pesantren, santri dan santriwati, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Batang Hari Mula P. Rambe, Wakapolres Batang Hari Kompol Dedi Kurniawan Susilo, perwakilan Kejaksaan Negeri Batang Hari, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, sejumlah kepala OPD, Camat Pemayung, Kepala Baznas, unsur Bawaslu, serta pimpinan organisasi kepemudaan dan keagamaan.

Turut hadir Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Batang Hari beserta jajaran dan pimpinan dari 45 pondok pesantren se-Kabupaten Batang Hari.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Ummul Qur’an dan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Ketua FKPP Kabupaten Batang Hari sekaligus Ketua Panitia HSN, Kiai Romadhon, menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Irsyadul Ibad yang telah menjadi tuan rumah serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam mendukung kemajuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Batang Hari.

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Batang Hari Super Tangguh” dan “Santri Menguatkan Indonesia Emas 2045”.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Irsyadul Ibad yang diwakili Gus Syukran, S.Pd.I., menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, FKPP, serta seluruh pondok pesantren dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk semakin giat menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, serta menjadi generasi yang berilmu, berakhlak dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Fadhil Arief menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi momentum memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, ulama dan masyarakat.

Fadhil Arief berpesan agar para santri memanfaatkan masa pendidikan dengan sebaik-baiknya, menghormati guru, mematuhi nasihat orang tua, serta senantiasa menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga meminta para santri tidak pernah merasa rendah diri dengan status sebagai santri. Sebaliknya, mereka harus memiliki keyakinan dan keberanian untuk meraih prestasi serta mengambil peran di berbagai bidang profesi.

“Jangan pernah merasa rendah diri menjadi santri. Jadilah santri yang percaya diri, berprestasi, berwawasan luas, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Buktikan bahwa santri dapat menjadi pemimpin, pendidik, pengusaha, ulama, dan berbagai profesi lainnya yang berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia mengingatkan agar kemajuan teknologi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan justru membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian dalam mencari ilmu.

“Jangan terlalu bergantung pada AI hingga kita berhenti berpikir, membaca, dan memahami ilmu secara mandiri,” pesannya.

Menurut Fadhil, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan ilmu agama, kecerdasan intelektual dan akhlak. Dengan demikian, santri tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Teruslah belajar; pertahanan terbaik adalah ilmu, akhlak, dan kemampuan diri. Kita semua bertanggung jawab berkontribusi membangun daerah,” ujarnya.

Usai sambutan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH. Inayatullah, S.Pd.I., M.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengajak para santri menjadikan Hari Santri Nasional sebagai momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi santri bukan sekadar identitas, melainkan amanah untuk membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, disiplin dan memiliki kepedulian sosial. Para santri juga diimbau memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan.

Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Batang Hari ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, ulama, pesantren dan masyarakat dalam melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter dan mampu bersaing.

Semangat “Santri Menguatkan Batang Hari Super Tangguh” dan “Santri Menguatkan Indonesia Emas 2045” menjadi penegasan bahwa santri memiliki peran penting bukan hanya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat persatuan dan mendorong kemajuan bangsa.

Santri kuat, Indonesia hebat. Dari pesantren untuk negeri, bersama membangun Batang Hari yang maju, berdaya saing dan Super Tangguh.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Terkini

Indeks