JAMBI — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan membatasi penyelenggaraan konser musik di Jakarta International Stadium demi menjaga status stadion sebagai kandang utama Persija. Keputusan disampaikan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (2/11), setelah ia menerima sejumlah pengajuan hak penamaan atau naming rights untuk JIS. Pembatasan berlaku tanpa detail teknis, sementara sejumlah konser internasional sudah dijadwalkan di venue tersebut.
Pramono Anung menegaskan pembatasan konser di JIS bukan tanpa alasan. Stadion berkapasitas besar di Jakarta Utara itu, menurutnya, harus tetap diprioritaskan sebagai markas Persija.
"Kami akan melakukan pembatasan, enggak semua konser bisa dilakukan, karena apa pun, saya tetap meminta kepada Jakpro bahwa JIS adalah kandangnya Persija," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (2/11).
Pernyataan itu muncul setelah Pramono mengumumkan bahwa ia sudah menerima sejumlah pengajuan naming rights untuk JIS. Ia meminta proses tersebut tidak ditafsirkan ke mana-mana.
Pramono menekankan, apa pun keputusan soal hak penamaan, fungsi utama JIS tidak berubah. Pengajuan naming rights disebut akan segera diputuskan.
"Intinya bahwa begini, JIS tetap sebagai kandang utamanya Persija, supaya ini juga tidak diartikan macam-macam," ungkapnya.
Belum ada rincian berapa perusahaan yang mengajukan, nilai penawaran, maupun skema kerja sama yang dibahas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga belum membeberkan detail aturan pembatasan konser, termasuk kuota per tahun atau kriteria penyelenggara yang boleh menggunakan JIS.
Isu konser di JIS sebelumnya bersinggungan dengan kualitas lapangan. Pemain Persija Rizky Ridho dan pelatih Shin Tae Yong sempat mengkritik kondisi rumput JIS.
Pramono menjamin rumput JIS kembali layak untuk pertandingan dalam waktu dua minggu setelah konser digelar. Ia menyebut perbaikan sebenarnya sudah terlihat lebih cepat dari itu.
"Itu sebenarnya satu minggu setelah acara konser. Dan sekarang ini sudah ada jaminan bahwa dua minggu dari konser pasti sudah bisa digunakan untuk pertandingan," ucapnya.
JIS dalam beberapa waktu terakhir memang jadi lokasi konser internasional. The Weeknd: After Hours Til Dawn Tour digelar 26 dan 27 September, disusul Avenged Sevenfold Live in Indonesia pada 10 Oktober.
Antrean berikutnya sudah menunggu. My Chemical Romance Live in Jakarta dijadwalkan 22 November, lalu BIGBANG pada 16 dan 17 Januari 2027.
Pramono menyebut banyak pihak kini ingin menggelar konser di JIS. Namun, ia tidak merinci apakah jadwal yang sudah terlanjur diumumkan akan terdampak kebijakan pembatasan.
Bagi industri konser Indonesia, JIS termasuk venue baru dengan daya tarik kapasitas dan lokasi. Kebijakan pembatasan ini akan menentukan seberapa besar ruang promotor memakai stadion tersebut di tengah kebutuhan Persija akan kandang yang konsisten.