JAMBI — Kimi Antonelli memastikan diri sebagai juara dunia Formula 1 termuda sepanjang sejarah pada usia 20 tahun, memecahkan rekor Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton yang baru juara di umur 23. Pembalap Mercedes itu mengunci gelar setelah mengoleksi 380 poin, sembilan kemenangan, dan 16 podium dari 19 Grand Prix musim 2026.
Gelar juara dunia Formula 1 2026 resmi menjadi milik pembalap Italia berusia 20 tahun tersebut. Kepastian itu datang setelah ia membawa Mercedes kembali ke puncak klasemen konstruktor, menutup musim dengan catatan dominan yang jarang terjadi di era modern F1.
Lahir di Bologna pada 25 Agustus 2006, Kimi bukan sosok yang muncul tiba-tiba. Ia adalah putra Marco Antonelli, mantan pembalap mobil sport yang juga memiliki tim balap sendiri, sehingga lintasan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya sejak kecil.
Dari Gokart Bologna ke Program Junior Mercedes
Ketertarikan Kimi pada balap datang dari sang ayah. Marco memperkenalkannya pada kompetisi gokart saat Kimi baru berusia tujuh tahun, dan bakatnya berkembang cepat di lintasan kecil.
Pada 2019, Mercedes resmi merekrutnya ke program pembinaan pembalap muda ketika usianya baru 12 tahun. Langkah itu menjadi titik balik yang mengubah arah kariernya.
Bersama akademi junior Mercedes, Kimi menjuarai Formula 4 Italia dan ADAC Formula 4 pada 2022. Setahun berselang, ia menambah dua gelar lagi lewat Formula Regional Middle East dan Formula Regional European Championship.
Dilewati F3, Langsung ke F2 bersama PREMA Racing
Perkembangan pesat membuat Mercedes mengambil keputusan berani: mempromosikan Kimi langsung ke Formula 2 pada 2024 tanpa menjalani satu musim penuh di Formula 3. Bersama PREMA Racing, ia meraih kemenangan Sprint Race di Silverstone dan Feature Race di Hungaria.
Hasil itu cukup meyakinkan manajemen tim untuk memberinya kursi balap penuh, meski usianya masih belia dan tekanan yang menantinya tidak kecil.
Mengisi Kursi Lewis Hamilton dan Langsung Bersaing
Kesempatan besar datang ketika Lewis Hamilton memutuskan hengkang ke Ferrari pada 2025. Mercedes menunjuk Kimi sebagai pengganti juara dunia tujuh kali tersebut, keputusan yang sempat dipertanyakan karena usianya baru 18 tahun.
Musim debutnya menjawab keraguan itu. Kimi mengumpulkan 150 poin dan meraih tiga podium, membuktikan bahwa ia bukan sekadar pilihan nepotistik dari program junior.
Modal tersebut menjadi fondasi menuju musim 2026 yang berjalan nyaris sempurna.
Rekor Vettel dan Hamilton Terlewati
Dengan 380 poin, sembilan kemenangan, dan 16 podium dari 19 balapan, Kimi mengunci gelar juara dunia pertamanya di usia 20 tahun. Catatan itu memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang dua legenda balap, Sebastian Vettel (2010) dan Lewis Hamilton (2008), yang sama-sama berumur 23 tahun saat menjadi juara dunia.
Perjalanan dari gokart cilik di Bologna hingga trofi juara dunia F1 kini menjadi salah satu kisah tercepat dalam sejarah olahraga balap. Dalam waktu kurang dari satu dekade, Kimi melewati seluruh jenjang balap dan berdiri sebagai penguasa Formula 1 2026.