JAMBI — Webinar yang digelar Pengurus Besar PERSINAS ASAD menyasar jajaran Humas, Media dan Sponsorship di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, termasuk media partner dari sejumlah daerah. Wanito, Humas PERSINAS ASAD Provinsi Jambi, menyatakan dukungannya terhadap langkah pengurus besar yang terus mendorong peningkatan kapasitas insan humas dan media di lingkungan organisasi.
Menurut Wanito, pelatihan semacam ini penting agar insan humas mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan verifikasi. Ia menilai kemampuan beradaptasi dengan perangkat baru harus tetap berjalan seiring tanggung jawab memastikan kebenaran informasi.
Ketua Departemen Humas, Media dan Sponsorship PB PERSINAS ASAD, H. Abdul Soleh, menyampaikan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) merupakan alat bantu yang dapat mempermudah pekerjaan jurnalistik. Kemudahan itu mencakup pengolahan informasi hingga penyusunan berita.
"AI merupakan alat bantu yang dapat mempermudah pekerjaan jurnalistik, mulai dari pengolahan informasi hingga penyusunan berita. Namun, penggunaannya harus tetap berada di bawah kendali jurnalis melalui pemberian instruksi atau prompt yang tepat, sesuai fakta dan kondisi nyata di lapangan," ujar H. Abdul Soleh.
Pernyataan itu menempatkan jurnalis sebagai pihak yang memegang kendali atas hasil kerja AI. Instruksi yang tepat dinilai menentukan apakah keluaran teknologi tersebut sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak.
H. Abdul Soleh juga mengingatkan agar jurnalis tidak langsung mempercayai seluruh hasil yang dihasilkan AI. Setiap informasi dan tulisan harus diperiksa kembali karena teknologi tersebut memiliki keterbatasan dan berpotensi menghasilkan informasi yang tidak sesuai fakta.
"Jangan langsung percaya pada seluruh hasil AI. Setiap informasi dan tulisan harus diperiksa kembali karena teknologi ini memiliki keterbatasan dan berpotensi menghasilkan informasi yang tidak sesuai fakta," tegasnya.
Peringatan itu merujuk pada kecenderungan AI menghasilkan informasi yang tidak sesuai fakta atau mengalami halusinasi. Pemeriksaan ulang menjadi langkah wajib sebelum hasil kerja AI dipakai dalam pemberitaan.
Webinar ini menjadi wadah bagi peserta dari berbagai daerah untuk memperdalam pemahaman tentang pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik. Selain materi teknis, kegiatan tersebut memperkuat jejaring antarinsan humas dan media di lingkungan PERSINAS ASAD.
Peserta berasal dari jajaran Humas, Media dan Sponsorship PERSINAS ASAD tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta media partner dari berbagai daerah di Indonesia. Format daring memungkinkan mereka mengikuti materi dalam satu forum yang sama.