JAMBI — Peresmian gerai kedelapan Mentari Mart di lingkungan UM Jambi menandai perluasan jaringan ritel Muhammadiyah di Provinsi Jambi. Muhadjir Effendy menyebut penambahan unit toko bukan sekadar pembukaan gerai fisik, melainkan langkah membangun ekosistem ekonomi terpadu yang menghubungkan rantai pasok logistik, pemberdayaan UMKM lokal, dan lapangan kerja baru.
Target 50 Gerai dan Ekosistem Ritel yang Sedang Dibangun
Angka 50 gerai menjadi target strategis yang dipasang Muhadjir untuk jaringan ritel Persyarikatan di wilayah Jambi. Menurutnya, ekspansi itu harus berjalan seiring penguatan pasokan dan keterlibatan usaha kecil di sekitar lokasi gerai.
Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Kewirausahaan (MEBK) PP Muhammadiyah M. Zainal Fatah menambahkan, modernisasi badan usaha Persyarikatan merupakan amanat Muktamar Muhammadiyah yang dikelola secara profesional dan transparan. MEBK PP Muhammadiyah tengah merancang pusat distribusi untuk memperkuat jaringan pasokan logistik ritel Mentari Mart di tingkat regional maupun nasional.
"Oleh karena itu, kita sengaja membangun ekosistem ritel. Bukan hanya mendirikan toko, tetapi kita juga bermimpi membangun distribution center yang nantinya bisa berskala nasional maupun dikerjakan secara mandiri," ungkap Zainal Fatah.
Filosofi Maraton Muhammadiyah di Balik Ekspansi Ritel
Muhadjir mengibaratkan perjalanan Muhammadiyah sebagai pelari maraton, bukan sprinter. Menurutnya, daya tahan dan tata kelola ritme menjadi kunci organisasi bisa bertahan ratusan tahun.
"Muhammadiyah itu ibarat pelari, bukan sprinter, tetapi maraton. Memang larinya tidak cepat, tetapi bisa ratusan tahun bertahan karena Muhammadiyah sudah punya pengalaman bagaimana mengatur pernapasan. Mengetahui kapan mempercepat lari dan kapan harus memperlambat jalan sambil mengatur napas, kemudian nanti lari lagi," jelas Muhadjir.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu juga menyitir pepatah Arab yang ia senangi sebagai pegangan ekspansi usaha. "Ada pepatah Arab yang saya senangi. Apa yang terjadi hari ini adalah impian kemarin. Tugas kita hari ini adalah membangun impian hari esok," ujar Muhadjir Effendy di Jambi.
Ia menegaskan tidak ada mimpi yang tidak jadi kenyataan di Muhammadiyah. "Ini dulu mimpinya Kiai Dahlan, sekarang Muhammadiyah dapat seperti ini. Maka, tugas kita sekarang adalah membangun impian bagaimana Muhammadiyah untuk hari esok," tuturnya.
Kampus II UM Jambi Dibangun di Lahan Lima Hektare
Pada momentum yang sama, Rektor UM Jambi Hendra Kurniawan mendampingi jajaran PP Muhammadiyah dalam peletakan batu pertama Kampus II UM Jambi. Pembangunan kampus baru di atas lahan seluas lima hektare itu ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan pendidikan tinggi di Jambi.
Peresmian gerai dan groundbreaking kampus berlangsung dalam satu agenda yang sama. Kombinasi itu menempatkan UM Jambi sebagai titik tumbuh baru bagi jaringan ekonomi dan pendidikan Muhammadiyah di wilayah Provinsi Jambi.