Pencarian

FIFA Godok Rencana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara Peserta

Senin, 04 Mei 2026 • 07:57:44 WIB
FIFA Godok Rencana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara Peserta
FIFA mempertimbangkan perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim peserta.

FIFA tengah mempertimbangkan serius penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim peserta. Langkah revolusioner ini digagas untuk memperingati satu abad turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut sejak edisi perdana di Uruguay.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, dilaporkan telah memberikan lampu hijau terhadap opsi perluasan jumlah peserta di ajang empat tahunan tersebut. Kabar yang dilansir ESPN pada 3 Mei ini menyebutkan bahwa diskusi internal masih terus digodok secara intensif di level petinggi federasi dunia.

Gagasan menambah kontestan menjadi 64 tim awalnya mencuat dari Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay, Ignacio Alonso, pada Maret 2025. Ide ini kemudian mendapatkan dukungan masif dari negara-negara Amerika Selatan (CONMEBOL) seperti Argentina dan Paraguay yang ingin merayakan 100 tahun sejarah Piala Dunia dengan skala lebih besar.

Langkah ini menandai evolusi berkelanjutan format kompetisi FIFA. Setelah menambah kuota dari 32 menjadi 48 tim untuk edisi 2026 di Amerika Utara, lonjakan ke 64 tim akan membuat lebih dari 30 persen anggota FIFA merasakan atmosfer putaran final.

Detail Proposal dan Skema Pertandingan

Jika rencana ini disetujui, Piala Dunia 2030 akan menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah sepak bola. Format 64 tim bakal menyajikan total 128 pertandingan, jumlah yang melonjak dua kali lipat dibandingkan format klasik 32 tim yang digunakan sejak 1998 hingga 2022 lalu.

Data Perubahan Peserta Piala Dunia

  • Piala Dunia 1982: 24 Tim
  • Piala Dunia 1998: 32 Tim
  • Piala Dunia 2026: 48 Tim (Format baru di AS, Meksiko, Kanada)
  • Piala Dunia 2030: 64 Tim (Usulan terbaru)
  • Total Pertandingan 2030: 128 laga

Kekhawatiran UEFA dan Penolakan Liga Top Eropa

Meski mendapat dukungan dari Amerika Selatan, Asia, dan Afrika, rencana ini menghadapi tembok besar di Eropa. Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menyatakan ketidaksetujuan mereka karena jadwal yang semakin padat akan mengancam kebugaran pemain di liga-liga top dunia.

"Usulan ini mendapat dukungan kuat meskipun ada kekhawatiran tentang jadwal dan beban kerja para pemain. Belum ada keputusan final yang dibuat. Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan untuk memperingati 100 tahun Piala Dunia pertama yang diadakan di Uruguay pada tahun 1930," tulis laporan ESPN tersebut.

Lobi-lobi politik di internal FIFA diprediksi kian memanas menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027. Dukungan dari berbagai konfederasi benua terhadap masa jabatan keempat Infantino dianggap menjadi kunci mulusnya rencana ekspansi 64 tim ini.

Peluang Emas Timnas Indonesia dan Kawasan Asia

Bagi kawasan Asia (AFC), penambahan kontestan hingga 64 tim adalah berkah luar biasa. Slot kualifikasi untuk Asia dipastikan akan bertambah signifikan dari jatah 8,5 tempat yang tersedia untuk edisi 2026 mendatang.

Kondisi ini membuka pintu lebar-lebar bagi negara-negara berkembang di sepak bola seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand untuk mencicipi panggung dunia. Dengan persaingan yang lebih terbuka, mimpi melihat Garuda berlaga di level tertinggi bukan lagi sekadar angan-angan jauh.

Keputusan akhir mengenai format final Piala Dunia 2030 kini berada sepenuhnya di tangan Dewan FIFA yang akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap beban kerja pemain dan kelayakan infrastruktur tuan rumah.

Bagikan
Sumber: vietnam.vn

Berita Terkini

Indeks