MUARO JAMBI — Kalapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, memimpin langsung pembukaan kotak saran di area layanan kunjungan. Kegiatan ini disaksikan jajaran petugas lapas dan menjadi bagian dari upaya mendengarkan aspirasi warga binaan serta masyarakat pengguna layanan.
Meita menyebut kotak saran sebagai sarana penting untuk menampung masukan, kritik, maupun apresiasi. “Setiap masukan dari warga binaan dan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.
Hasil Pembukaan Periode Awal Mei: Nihil Masukan
Dari pembukaan kotak saran periode Minggu pertama dan kedua bulan Mei, belum ada satu pun masukan atau kritik yang diterima. Meski demikian, Kalapas tetap mendorong warga binaan dan pemakai layanan untuk terus menyampaikan saran dan kritik.
Meita berharap partisipasi aktif dari berbagai pihak dapat mendorong Lapas Perempuan Jambi terus berbenah menjadi lebih baik. Ia menekankan bahwa masukan yang membangun akan menjadi dasar perbaikan pelayanan ke depan.
Bagian dari Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas
Kegiatan pembukaan kotak saran ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan reformasi birokrasi dan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi serta birokrasi bersih dan melayani.
Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis, aman, dan profesional. Dengan adanya saluran aspirasi ini, komunikasi antara pengelola lapas dan warga binaan maupun masyarakat diharapkan semakin terbuka.