JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengarahkan kebijakan pembangunan ekonomi pada hilirisasi komoditas pertanian. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Strategi tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan tata kelola daerah, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Hal ini mengemuka dalam kajian yang dirilis oleh Jaringan Informasi Jambi, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) serta sejumlah riset akademik.
Merangin: Lebih dari 50 Persen Perekonomian Bergantung pada Pertanian
Salah satu daerah dengan ketergantungan paling tinggi terhadap sektor pertanian adalah Kabupaten Merangin. Data BPS Kabupaten Merangin 2025 mencatat, kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap PDRB daerah itu mencapai lebih dari 50 persen.
Pertumbuhan ekonomi Merangin dalam beberapa tahun terakhir dinilai stabil, terutama ditopang oleh subsektor perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, dan tanaman pangan. Penelitian Mainita, Winarni, Susilawati, dan Fajri (2025) menyebutkan bahwa sektor pertanian memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Merangin dengan kontribusi yang dominan.
"Sektor pertanian, selain berperan terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga berperan sebagai sumber utama lapangan kerja masyarakat," tulis para peneliti tersebut.
Investasi Pertanian Mendominasi, Capai 37,45 Persen
Besarnya peran sektor pertanian di Merangin juga terlihat dari aliran investasi. Kajian Suandi dan Delis (2020) dengan pendekatan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) menunjukkan bahwa investasi terbesar di Kabupaten Merangin berada pada sektor pertanian, yakni sekitar 37,45 persen dari total investasi daerah.
Angka ini menegaskan bahwa sektor pertanian masih dianggap sebagai sektor strategis dalam pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sebagian besar tenaga kerja di wilayah perdesaan Merangin bekerja pada subsektor perkebunan rakyat dan usaha pertanian swadaya.
Hilirisasi Jadi Kunci: Kopi hingga Turunan Sawit Mulai Dikembangkan
Pemerintah Kabupaten Merangin kini mulai mendorong penguatan hilirisasi pertanian dan pengembangan agroindustri berbasis komoditas unggulan lokal. Beberapa langkah yang diambil antara lain pengolahan kopi, pengembangan industri turunan kelapa sawit, serta penguatan usaha mikro berbasis hasil pertanian.
Selain itu, pembangunan jalan produksi, irigasi, dan konektivitas wilayah juga menjadi prioritas untuk mendukung rantai pasok hasil bumi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat secara langsung.
Secara keseluruhan, kajian Taufik dkk. (2023) menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi memiliki hubungan positif terhadap perluasan kesempatan kerja dan pengurangan ketimpangan pendapatan. Artinya, setiap peningkatan produktivitas pertanian berpotensi langsung menekan angka kemiskinan di perdesaan.