JAMBI — Langkah deteksi dini dilakukan Polda Jambi untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau. Kapolda Irjen Pol Krisno H Siregar memimpin langsung patroli udara dengan helikopter Polri, menyisir wilayah yang dinilai memiliki potensi tinggi terbakar.
Dalam patroli tersebut, Kapolda didampingi Karo Ops Kombes Pol Vendra Riviyanto, Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji, Kabid Propam Kombes Pol Darno, serta Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus AKBP Hadi Handoko. Pemantauan dari udara dinilai efektif untuk memetakan titik-titik rawan yang sulit dijangkau dari darat.
Lima Wilayah Jadi Prioritas Pemantauan
Patroli udara menyisir sejumlah kabupaten/kota yang kerap menjadi langganan karhutla. Meski tidak disebutkan satu per satu, wilayah dengan lahan gambut luas dan aktivitas pembakaran lahan pertanian menjadi fokus utama.
"Pengecekan titik rawan karhutla melalui jalur udara dilakukan untuk memetakan wilayah dengan tingkat potensi tinggi," ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji. Menurutnya, langkah preventif cepat dan terukur diharapkan mampu meminimalisir potensi kebakaran.
Bukan Sekadar Api, Dampaknya Meluas ke Warga
Karhutla bukan hanya persoalan lahan terbakar. Kombes Pol Erlan menegaskan dampaknya bisa meluas ke kesehatan masyarakat, kerusakan lingkungan, hingga aktivitas ekonomi warga. Karena itu, pencegahan ditempatkan sebagai langkah utama sebelum bencana sulit dikendalikan.
Polda Jambi juga memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dilibatkan dalam upaya mitigasi. Keterlibatan warga dinilai menjadi faktor kunci agar kebakaran lahan tidak terjadi.
Patroli Udara Jadi Andalan Cegah Karhutla
Pola pemantauan dari udara memungkinkan identifikasi lebih cepat dibanding patroli darat. Jika ditemukan titik panas, langkah penanganan bisa segera dilakukan. Ini menjadi strategi yang terus dioptimalkan Polda Jambi setiap musim kemarau tiba.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kebakaran lahan luas di Jambi. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat cuaca kering masih berpotensi berlangsung beberapa pekan ke depan.