Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, merinci komposisi jamaah Kloter BTH 25. Sebanyak 189 orang berasal dari Kabupaten Bungo, dua orang dari Kerinci, dua orang dari Muaro Jambi, dan dua orang dari Tanjung Jabung Timur. Satu petugas TPHD dan dua petugas PPIH juga ikut dalam rombongan.
Jamaah tertua di kloter ini adalah Zainab AB, perempuan 85 tahun asal Bungo. Sementara jamaah termuda, Salmatun Nashwa, juga berasal dari kabupaten yang sama, berusia 22 tahun.
Harapan Gubernur: Layanan Lebih Baik, Jamaah Lebih Puas
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menekankan pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun. “Dengan layanan yang makin baik, semoga masyarakat semakin puas. Mari saling menjaga, tolong-menolong, dan kompak selama di Tanah Suci,” ujarnya.
Al Haris juga mengapresiasi seluruh petugas, mulai dari tenaga medis, pendamping ibadah, hingga petugas pembantu umum. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji sangat bergantung pada peran mereka.
Pesan untuk Jamaah Gelombang Terakhir
Gubernur menyebut jamaah yang berangkat di gelombang terakhir memiliki keistimewaan tersendiri. “Kesempatan untuk menikmati suasana ibadah yang lebih khidmat,” kata Al Haris. Ia mengingatkan para calon haji agar menjaga kesehatan, mematuhi protokol perjalanan, dan memperbanyak doa.
“Semoga ibadah Bapak-Ibu diterima dan pulang dalam keadaan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.
Lima Jamaah Tertunda Berangkat karena Kesehatan
Wahyudi Abdul Wahab melaporkan bahwa dari total kuota 3.306 jamaah, sebanyak 3.301 orang telah diberangkatkan dari kloter pertama hingga terakhir. “Lima orang belum bisa berangkat karena kesehatan. Semoga di tahun depan bisa kita berangkatkan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran administrasi, kesehatan, dan akomodasi jamaah hingga kembali ke tanah air.