Pencarian

Produksi Sawit Nasional Stagnan di Angka 51,6 Juta Ton, PalmCo Pacu Transformasi Kebun Rakyat Jambi

Selasa, 26 Mei 2026 • 17:59:25 WIB
Produksi Sawit Nasional Stagnan di Angka 51,6 Juta Ton, PalmCo Pacu Transformasi Kebun Rakyat Jambi
Produksi sawit nasional stagnan di angka 51,6 juta ton pada tahun ini.

JAKARTA — Industri kelapa sawit Indonesia tengah menghadapi dilema: permintaan global terhadap produk berkelanjutan meningkat, namun produksi dalam negeri tak kunjung melesat. Ketua Umum Gapki Eddy Martono menyebut angka produksi CPO tahun ini hanya mencapai 51,6 juta ton, atau sekitar 56,5 juta ton total produksi sawit. “Padahal seharusnya bisa lebih dari 60 juta ton,” ujarnya dalam diskusi industri di Jakarta, pekan lalu.

Lambatnya Peremajaan Jadi Biang Stagnasi

Eddy menekankan bahwa program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) berjalan terlalu lambat. Padahal, mengganti tanaman tua dengan bibit unggul menjadi kunci utama menaikkan produktivitas kebun petani.

Selain soal usia tanaman, tantangan lain datang dari sertifikasi. Hanya kurang dari 5 persen petani rakyat yang kantongi sertifikasi ISPO. Padahal, Uni Eropa melalui EUDR kini mewajibkan produk sawit bebas deforestasi dan bisa dilacak hingga ke kebun. “Pasar sekarang menuntut sertifikasi dan traceability,” tegas Eddy.

PalmCo Dorong Produktivitas Petani hingga 20 Ton per Hektare

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo merespons stagnasi ini dengan program transformasi sawit rakyat. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, celah produksi nasional bisa ditutup dari sektor petani. “Karena itu PalmCo hadir melalui program plasma dan pendampingan terpadu,” ujarnya.

Pendampingan itu mencakup penggunaan bibit unggul bersertifikat dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit, kultur teknis, hingga pembinaan kelembagaan petani. Hasilnya, produktivitas kebun binaan perusahaan mencapai rata-rata 20 ton tandan buah segar per hektare pada tanaman menghasilkan. Bahkan, di sejumlah lokasi, angkanya tembus 23,9 ton per hektare atau setara 4 ton CPO per hektare. Angka itu jauh di atas rata-rata nasional yang berkisar 2-3 ton CPO per hektare.

Skema Single Management untuk Standar Budidaya

PalmCo menerapkan pola pengelolaan terpadu melalui skema single management dan avalis produksi. Skema ini bertujuan menjaga standar budidaya sekaligus memastikan produktivitas kebun petani tetap terukur. Perusahaan juga mulai mendorong pemanfaatan biomassa dan limbah sawit sebagai sumber energi hijau untuk transisi energi nasional.

Hilirisasi Terganjal Produksi Hulu

Direktur Industri Kemurgi, Oleokimia, dan Pakan Kemenperin Krisna Septiningrum menilai peningkatan produktivitas sawit rakyat harus ditopang bibit unggul dan perawatan kebun yang baik. Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha Eugenia Mardanugraha menegaskan hilirisasi sawit tidak akan optimal tanpa peningkatan produksi di tingkat petani. Menurutnya, penguatan sawit rakyat menjadi krusial menjelang implementasi mandatori B50 tahun depan agar pasokan untuk pangan, energi, dan ekspor tetap seimbang.

Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks