SAROLANGUN — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnak) Kabupaten Sarolangun memastikan tidak ditemukan indikasi penyakit pada hewan kurban yang telah dipotong selama perayaan Idul Adha. Hasil pemeriksaan pascapemotongan menunjukkan seluruh daging yang didistribusikan ke masyarakat dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Pemeriksaan ini menjadi standar rutin untuk menjamin keamanan pangan asal hewan bagi warga.
Pemeriksaan Pascapemotongan Berjalan Sesuai Prosedur
Tim medis Disnak Sarolangun melakukan pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem pada seluruh hewan kurban di sejumlah titik pemotongan. Pemeriksaan ante-mortem dilakukan sebelum hewan disembelih untuk mendeteksi gejala klinis penyakit. Sementara itu, pemeriksaan post-mortem dilakukan pada organ dalam dan daging setelah pemotongan.
“Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda penyakit seperti cacing hati, radang paru, atau penyakit zoonosis lainnya,” ujar Kepala Disnak Sarolangun. Daging yang dinyatakan sehat langsung didistribusikan ke warga dan lembaga sosial.
Daging Kurban Aman Dikonsumsi, Warga Diminta Tetap Waspada
Pemerintah daerah memastikan seluruh rantai distribusi daging kurban berjalan lancar. Meski dinyatakan aman, warga tetap diimbau untuk mengolah daging dengan benar. Daging sebaiknya dimasak hingga matang sempurna untuk menghindari kontaminasi bakteri.
Disnak Sarolangun juga mengingatkan agar warga tidak mengonsumsi daging yang terlihat abnormal atau berbau menyengat. Jika menemukan ciri-ciri tersebut, warga diminta segera melapor ke dinas terkait.
Fakta Singkat Pemeriksaan Hewan Kurban di Sarolangun
- Pemeriksaan dilakukan di seluruh tempat pemotongan hewan kurban di Kabupaten Sarolangun.
- Tim medis terdiri dari dokter hewan dan paramedis veteriner dari Disnak setempat.
- Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan sebelum dan sesudah dipotong.
- Tidak ditemukan kasus penyakit hewan menular maupun zoonosis pada Idul Adha tahun ini.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sarolangun dalam menjaga kesehatan masyarakat. Ke depan, Disnak berencana memperkuat sosialisasi tentang tata cara pemotongan hewan kurban yang higienis. Hal ini penting untuk mencegah risiko penyakit di masa mendatang.