JAMBI — Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil di Jambi. Setelah berjalan sekitar 10 bulan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut para siswa di Sentra Alyatama Jambi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kesehatan, dan kedisiplinan.
“Saya gembira, anak-anak kita terlihat makin percaya diri. Pertumbuhan fisiknya juga cukup bagus, makin sehat, lebih disiplin, dan semakin betah mengikuti proses pembelajaran,” ujar Gus Ipul dalam open house yang dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus dan Zulfikar Achmad.
Prioritas untuk Keluarga Paling Tidak Mampu
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekolah elite yang menyaring siswa berdasarkan nilai akademik. Sebaliknya, program ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu secara ekonomi.
“Sekolah Rakyat ini untuk keluarga-keluarga paling tidak mampu. Anak-anak mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas,” kata Mensos.
Konsep sekolah berasrama diterapkan penuh, dengan pendampingan 24 jam dari guru, wali asrama, dan wali asuh. Tiga jenjang pendidikan dilayani: SD, SMP, dan SMA.
166 Titik Tersebar, Gedung Permanen Dibangun
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat sudah beroperasi di 166 titik dari Sabang hingga Merauke. Di Jambi, Sentra Alyatama masih menggunakan gedung sementara milik Kementerian Sosial. Pemerintah pusat saat ini tengah membangun lebih dari 100 titik gedung permanen di berbagai daerah.
Penetapan siswa dilakukan oleh pemerintah daerah. Jika lahan disediakan bupati atau wali kota, maka siswa berasal dari kabupaten/kota setempat. Jika lahan disediakan gubernur, siswa bisa berasal dari seluruh wilayah provinsi.
Gubernur Jambi Dorong Kabupaten Siapkan Lahan
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas hadirnya Sekolah Rakyat di provinsinya. Ia menyebut program ini murni inisiatif Presiden Prabowo dan Kementerian Sosial yang memberi peluang besar bagi anak-anak kurang mampu.
Saat ini, dua lokasi Sekolah Rakyat sudah berdiri di Jambi, yakni di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur. Enam lokasi lain masih dalam proses: Sungai Gelam, Batanghari, Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun.
“Kalau kepala daerahnya aktif, tentu akan lebih cepat. Tapi kalau lamban, bisa saja terbangun belakangan,” kata Al Haris.
Pemprov Jambi mendorong seluruh kabupaten/kota menyiapkan lahan yang aman secara hukum untuk diverifikasi kementerian.
Fakta Singkat Sekolah Rakyat di Jambi
- Beroperasi sejak 14 Juli 2025 di 166 titik nasional
- Melayani jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem berasrama
- Dua lokasi aktif di Jambi: Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur
- Enam lokasi tambahan masih dalam proses verifikasi lahan