Pencarian

Gelandang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi Curi Perhatian Usai Dominasi Lini Tengah Brasil di Laga Uji Coba

Senin, 15 Juni 2026 • 07:28:01 WIB
Gelandang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi Curi Perhatian Usai Dominasi Lini Tengah Brasil di Laga Uji Coba
Ayyoub Bouaddi tampil dominan di lini tengah saat Maroko menghadapi Brasil dalam laga uji coba.

JAMBI — Penampilan Ayyoub Bouaddi bersama Timnas Maroko melawan Brasil pada akhir pekan lalu bukanlah kejutan bagi pelatihnya, Mohamed Ouahbi. Pelatih yang membawa Maroko juara Piala Dunia U-20 tahun lalu itu justru sudah tahu kapasitas gelandang mudanya setelah berperan penting membujuk Bouaddi memilih Maroko ketimbang Prancis.

Peran Kunci Ouahbi di Balik Keputusan Bouaddi

Ouahbi mengaku melakukan banyak pertemuan dengan Bouaddi untuk meyakinkannya membela Maroko. "Kami sudah tahu pasti dia akan tampil besar. Ini bukan laga berisiko melawan Brasil," ujar Ouahbi. Ia menambahkan bahwa pengalaman Bouaddi di Ligue 1 dan Liga Champions sudah melebihi pemain lain yang lebih tua.

Bouaddi memulai debutnya di Lille pada Maret 2023, tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-16. Penampilan terbaiknya terjadi saat Lille mengalahkan Real Madrid 1-0 pada Oktober 2024, tepat di hari ia berusia 17 tahun. Suporter Lille bahkan menyanyikan lagu ulang tahun untuknya di lapangan.

Klub-klub Top Eropa Mulai Antre

Penampilan konsisten Bouaddi membuat klub-klub besar Eropa mulai bergerak. Arsenal dikabarkan telah melakukan pembicaraan awal untuk merekrutnya, dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai £70 juta. Paris Saint-Germain, Bayern Munich, dan Liverpool juga disebut memantau perkembangannya.

Bouaddi sendiri memilih tetap rendah hati. "Mari pertahankan pola pikir ini, ini baru permulaan," tulisnya di media sosial usai laga. Ia juga tengah menempuh pendidikan di bidang matematika dan fisika. "Itu cara saya dibesarkan. Membantu menjaga pikiran tetap tajam," ujarnya.

Maroko Bangun Masa Depan dengan Skuad Muda

Lini tengah Maroko yang mengakhiri laga melawan Brasil memiliki rata-rata usia 20,6 tahun. Gelandang Roma, Neil El Aynaoui, dan Samir El Mourabet dari Strasbourg juga tampil impresif. Sebaliknya, Brasil tampil lamban dengan starting XI tertua mereka sejak 2006.

Casemiro dan Bruno Guimarães kemungkinan tidak akan dipasangkan lagi. Meski Fabinho menambah stabilitas di babak kedua, performa pemain 32 tahun itu sudah menurun. Vinícius Júnior menolak anggapan Brasil butuh suntikan pemain muda di lini tengah. "Pengalaman sangat penting di turnamen ini," katanya.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks