Pencarian

Wali Kota Jambi Maulana: Penguatan Karakter Generasi Muda di Era Digital Lebih Penting dari Sekadar Teknologi

Minggu, 05 Juli 2026 • 14:43:31 WIB
Wali Kota Jambi Maulana: Penguatan Karakter Generasi Muda di Era Digital Lebih Penting dari Sekadar Teknologi
Wali Kota Jambi Maulana menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda di era digital.

JAMBI — Wali Kota Jambi Maulana mengingatkan bahwa pembangunan karakter generasi muda tidak boleh kalah cepat dari laju teknologi. Ia menyebut, bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kecanggihan alat, tetapi dari kokohnya jati diri warganya.

"Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemajuan karakter. Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi juga bangsa yang kokoh jati dirinya," ujar Maulana dalam sambutannya di hadapan para guru dan kepala sekolah.

Pancasila sebagai Filter Informasi di Era Digital

Maulana menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi penyaring bagi setiap pengaruh asing yang masuk. Generasi muda, kata dia, harus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan secara bijaksana tanpa kehilangan semangat persatuan, toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial.

"Pancasila harus tetap menjadi bintang penuntun agar generasi muda mampu menyaring setiap pengaruh, memanfaatkan ilmu pengetahuan dengan bijaksana, serta tetap menjunjung tinggi persatuan," tegasnya.

Kampung Bahagia: Wujud Gotong Royong di Kota Perdagangan

Wali Kota mengaitkan penguatan karakter dengan program unggulan Pemkot Jambi, Kampung Bahagia. Menurutnya, kebahagiaan warga tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan fisik, tetapi juga dari rasa aman, saling menghargai, dan kehidupan yang harmonis dalam keberagaman.

"Kota yang bahagia adalah kota yang masyarakatnya hidup dalam semangat persatuan, pemerintahnya melayani dengan adil, pemudanya kreatif dan berintegritas, serta seluruh warganya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak," ungkap Maulana.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Jambi dinilai rawan gesekan sosial jika nilai gotong royong mulai luntur. Program Kampung Bahagia diharapkan menjadi laboratorium hidup pengamalan Pancasila di tingkat RT dan kelurahan.

Guru Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter

Kegiatan yang dibuka langsung Kepala BPIP RI Prof. Drs. K. H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. ini menghadirkan dua narasumber utama: Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP Dr. Surahno, S.H., M.H., serta Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen Supriyanto, S.Pd., M.A.

Maulana mengapresiasi kehadiran para narasumber yang membekali para pendidik dengan materi pembinaan ideologi. Ia mengajak seluruh guru memulai penguatan karakter dari hal sederhana: menghargai perbedaan, mengutamakan musyawarah, menjaga persatuan, disiplin, jujur, dan peduli terhadap sesama.

"Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, yaitu menghargai perbedaan, mengutamakan musyawarah, menjaga persatuan, disiplin, jujur, dan peduli terhadap sesama," kata Maulana.

Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks