Pencarian

DLH Provinsi Jambi Lempar Kewenangan ke Pemkab Muaro Jambi, Warga Penyengat Olak Keluhkan Dinding Retak Akibat Stokpile Pasir

Senin, 06 Juli 2026 • 23:45:16 WIB
DLH Provinsi Jambi Lempar Kewenangan ke Pemkab Muaro Jambi, Warga Penyengat Olak Keluhkan Dinding Retak Akibat Stokpile Pasir
Warga Desa Penyengat Olak mengeluhkan kerusakan rumah akibat aktivitas stokpile pasir di Muaro Jambi.

MUARO JAMBI — Plt Kepala DLH Provinsi Jambi, Arif Munandar, menegaskan bahwa pengawasan terhadap stokpile pasir yang dikeluhkan warga Desa Penyengat Olak sepenuhnya berada di tangan pemerintah kabupaten. Hal itu disampaikan Arif saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Dinding Rumah Retak, Genteng Bergeser

Salah seorang warga, Eri, mengaku rumah kakak dan orang tuanya mengalami kerusakan fisik. Dinding rumahnya retak, genteng bergeser, dan atap bocor saat hujan. Ia menduga kerusakan itu disebabkan getaran dan tekanan dari aktivitas penumpukan pasir yang lokasinya sangat dekat dengan permukiman.

"Rumah kakak dan orang tua saya retak. Genteng juga bergeser sehingga kalau hujan bocor. Kami menduga ini akibat aktivitas stokpile pasir yang lokasinya sangat dekat dengan rumah," kata Eri.

Debu Pasir Setiap Hari, Penyiraman Jalan Sudah Berhenti

Selain kerusakan bangunan, warga yang tinggal di sepanjang akses menuju lokasi stokpile mengeluhkan debu pasir yang beterbangan setiap hari. Debu disebut masuk hingga ke dalam rumah. Menurut Eri, pada awal operasi, pengelola rutin menyiram jalan untuk menekan debu. Namun, belakangan kegiatan itu tidak lagi dilakukan.

"Tiap hari kami makan debu. Debunya sampai masuk ke rumah," keluhnya.

Anggota DPRD Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Anggota DPRD Muaro Jambi, Syafri Hasibuan, menyoroti persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini. Ia mendesak perusahaan pengelola stokpile tidak menutup mata dan segera mencari solusi nyata.

"Secara sosial, kondisi ini tentu meresahkan masyarakat. Dampak debunya, apalagi saat musim kemarau, sangat mengganggu. Perusahaan yang bersangkutan sebaiknya segera mencari solusi agar masyarakat tidak terus menjadi pihak yang menanggung dampaknya," ujar Syafri.

Syafri juga mendorong pemerintah daerah tidak hanya menerima laporan, tetapi bertindak cepat. "Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman. Pemerintah harus hadir, sementara perusahaan juga harus bertanggung jawab dengan mencari solusi yang dapat mengurangi dampak terhadap warga," tegasnya.

Belum Ada Tindak Lanjut dari Pemerintah Desa

Eri mengaku keluhan sudah disampaikan ke pemerintah desa. Namun, hingga kini belum ada penyelesaian atau bentuk tanggung jawab dari pihak pengelola. Warga berharap ada campur tangan Pemkab Muaro Jambi untuk menekan perusahaan agar segera merespons kerusakan dan polusi yang mereka alami.

Bagikan
Sumber: jambiseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks