Di tengah kemeriahan prosesi adat, Gubernur Jambi Al Haris menangkap keluhan warga tentang banjir yang kerap melanda Tanjung Pauh Mudik. Ia menegaskan persoalan itu akan ditangani secara serius.
“Masalah banjir ini merupakan persoalan bersama. Balai dan PUPR akan melihat potensi penanganannya. Kita akan kawal agar dapat dialokasikan melalui pendanaan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat,” ujarnya di hadapan ribuan warga dan tokoh adat.
Pernyataan itu disambut antusias masyarakat. Sebab, kawasan Danau Kerinci Barat memang dikenal rawan genangan saat musim hujan, dan selama ini warga mengandalkan saluran drainase tradisional yang mulai tidak memadai.
Bupati Monadi: Kenduri Sko Bukan Sekadar Seremoni, tapi Benteng Moral
Bupati Kerinci Monadi dalam sambutannya menekankan bahwa Kenduri Sko adalah ruang untuk memperkuat nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat. Ia mengapresiasi warga lima desa yang tetap menjaga warisan leluhur.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik yang tetap menjaga warisan budaya leluhur. Adat lamo pusako usang merupakan pedoman yang harus terus kita pegang dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Monadi.
Lebih dari itu, Bupati secara spesifik meminta para depati, ninik mamak, dan alim ulama untuk ikut membimbing generasi muda agar tidak terjerumus judi online. “Saya berharap para depati, ninik mamak, alim ulama, dan seluruh tokoh masyarakat dapat terus memberikan arahan kepada generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perjudian online maupun perilaku yang dapat merusak masa depan mereka,” tegasnya.
Lahan Sawah Harus Dijaga demi Ketahanan Pangan
Monadi juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan persawahan sebagai aset utama ketahanan pangan Kerinci. Menurutnya, keberlanjutan lahan pertanian harus menjadi tanggung jawab bersama. Imbauan itu relevan karena sebagian wilayah di kaki Gunung Kerinci mulai terdesak alih fungsi lahan untuk permukiman dan wisata.
Bantuan CSR Rp25 Juta untuk Kelestarian Adat
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Daerah bersama Bank Jambi menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp25 juta untuk mendukung kegiatan adat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Ketua Adat Anderson Gelar Depati Anum menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jambi dan Pemkab Kerinci atas perhatian terhadap pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik kembali menegaskan bahwa adat istiadat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga fondasi membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan mendukung pembangunan daerah yang berpijak pada kearifan lokal.