Pencarian

IHSG Berpotensi Tembus Level 6.000, Sentimen Domestik dan Global Jadi Pendorong

Selasa, 07 Juli 2026 • 16:37:01 WIB
IHSG Berpotensi Tembus Level 6.000, Sentimen Domestik dan Global Jadi Pendorong
IHSG mengawali perdagangan dengan tren positif didukung sentimen domestik dan global.

JAKARTA — IHSG mengawali perdagangan dengan tren positif, didorong oleh dua faktor utama yang datang dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, aksi Initial Public Offering (IPO) dua perusahaan yang langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) dinilai akan menjadi katalis penguatan indeks pada hari ini.

Volume Transaksi Sepi, Investor Domestik Mendominasi

Meski menguat, volume dan nilai transaksi pada perdagangan Senin (6/7) tercatat jauh di bawah rata-rata harian. Total volume yang diperdagangkan hanya lebih dari 19,6 miliar saham dengan nilai transaksi lebih dari Rp9,4 triliun. Angka ini kontras dengan rata-rata harian yang biasanya mencapai lebih dari 41 miliar saham dan Rp24 triliun.

Ratna menjelaskan, sepinya transaksi disebabkan dominasi investor domestik dan sikap wait and see pelaku pasar di tengah minimnya katalis positif. “Selain itu musim liburan anak sekolah dan sedang berlangsungnya Piala Dunia 2026 diperkirakan juga berpengaruh terhadap volume perdagangan,” ujarnya.

Anggaran MBG Turun, Beban APBN Berkurang

Kabar positif lain datang dari rencana penurunan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Badan Anggaran DPR memperkirakan kebutuhan anggaran program tersebut turun menjadi sekitar Rp174 triliun pada 2027, dari sebelumnya Rp268 triliun.

Penurunan ini didasarkan pada efisiensi jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibutuhkan, dari 27 ribu titik menjadi hanya sekitar 21 ribu titik. Sasaran penerima manfaat pun berkurang menjadi 84 ribu siswa. “Jika anggaran program tersebut dapat diturunkan, maka dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN dan diperkirakan akan direspon positif oleh pasar,” kata Ratna.

Bursa Asia Rebound, Saham Chip dan AI Kembali Bergairah

Dari mancanegara, bursa saham Asia mencatat rekor tertinggi baru setelah saham-saham chip mengalami rebound. Sebelumnya, sektor ini berada di bawah tekanan selama dua pekan akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi.

“Saham-saham chip, yang telah menjadi pendorong utama booming AI, telah berada di bawah tekanan selama dua minggu terakhir di tengah aksi ambil untung dan kekhawatiran bahwa perdagangan AI telah menguat terlalu tinggi dan terlalu cepat,” jelas Ratna.

Selain itu, kemajuan diplomatik di Timur Tengah dan penurunan harga minyak turut menghilangkan premi risiko geopolitik. Pasar kini kembali memfokuskan perhatian pada perdagangan kecerdasan buatan (AI).

Data Ekonomi AS dan Harga Minyak Ikut Mempengaruhi

Indeks PMI sektor jasa ISM di AS tercatat turun menjadi 54,0 pada Juni 2026, sedikit melambat dari 54,5 pada bulan sebelumnya. Angka ini masih menunjukkan ekspansi yang solid di sektor jasa, meski dengan laju pertumbuhan yang lebih lambat.

Sementara itu, harga minyak cenderung melemah setelah Arab Saudi memangkas harga jual resmi dan OPEC+ menyetujui peningkatan target produksi. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bertahan di level 4,469 persen, menanti rilis risalah FOMC pekan ini.

Pada perdagangan sebelumnya, bursa Eropa bergerak variatif, sementara mayoritas indeks Wall Street menguat. Bursa Asia pagi ini juga mencatat pergerakan beragam, dengan Nikkei dan Shanghai melemah, sedangkan Hang Seng dan Strait Times menguat.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks